Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Banjir Mendadak di Desa Pakis Akibat Luapan Saluran Irigasi Tanpa DAM: BPBD Jember Bersama Muspika Panti Lakukan Penanganan Cepat dan Evaluasi Sistem Pengairan
- 11 November 2025
- Dibaca 650 Kali
Bagikan Via:
Banjir Mendadak di Desa Pakis Akibat Luapan Saluran Irigasi Tanpa DAM: BPBD Jember Bersama Muspika Panti Lakukan Penanganan Cepat dan Evaluasi Sistem Pengairan
Jember, 10 November 2025 — Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu lereng Gunung Argopuro pada Senin (10/11/2025) memicu terjadinya banjir mendadak di Dusun Pertelon, RT 07/RW 02, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.15 WIB ketika air dari hulu datang secara tiba-tiba bersamaan dengan turunnya hujan di lokasi kejadian. Akibatnya, air meluap melalui saluran irigasi yang tidak memiliki DAM atau pintu air pengendali, menyebabkan genangan di sejumlah rumah warga.
Menurut laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, banjir dipicu oleh hujan deras di hulu sungai yang berhulu dari lereng Gunung Argopuro. Menariknya, di lokasi kejadian sendiri semula belum turun hujan saat air besar tiba-tiba datang. Air kemudian meluap ke saluran irigasi yang tidak memiliki pintu pengendali, sehingga meluber ke arah perkampungan warga. Sekitar pukul 17.00 WIB, hujan baru turun di lokasi, membuat debit air semakin meningkat dan memperparah kondisi genangan.Dampak dari kejadian tersebut tercatat satu rumah warga atas nama Haris (1 KK/4 jiwa) dimasuki air setinggi sekitar 2 sentimeter. Sementara itu, tiga rumah lain di sekitarnya turut terdampak dengan halaman yang tergenang air bercampur lumpur setinggi 30 sentimeter. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, warga sempat berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan. Material lumpur yang terbawa banjir juga mengotori area sekitar rumah, sehingga dibutuhkan penanganan segera untuk membersihkan lingkungan.Setelah menerima laporan pada pukul 18.58 WIB, tim BPBD Kabupaten Jember langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 20.00 WIB, tim tiba dan melakukan pendataan, asesmen, serta dokumentasi terhadap kondisi di lapangan. Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos, memimpin rapat koordinasi bersama unsur muspika, pemerintah desa, dan warga setempat. Hasil rapat menyepakati langkah penanganan awal dengan memperbaiki saluran irigasi di titik pintu masuk air yang menjadi sumber banjir. Perbaikan direncanakan dimulai pada Selasa (11/11/2025) dengan melibatkan unsur Muspika, Pemerintah Desa Pakis, serta Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA).Rapat juga memutuskan bahwa pada Selasa (11/11/2025), akan dilakukan kerja bakti bersama antara unsur Muspika Panti, Pemerintah Desa Pakis, Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), serta warga sekitar. Fokus kegiatan difokuskan pada pembersihan material lumpur, normalisasi saluran air, dan penguatan tanggul di titik rawan luapan. BPBD Jember juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan perkembangan di wilayah tersebut. Hingga pukul 21.05 WIB malam, tim BPBD telah menyelesaikan pendataan dan kembali ke posko setelah memastikan kondisi aman dan air mulai surut.Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kondisi cuaca di wilayah Desa Pakis masih hujan ringan. Debit air di saluran irigasi sudah berangsur normal, namun BPBD Jember tetap menempatkan wilayah ini dalam kategori siaga banjir lokal karena potensi hujan susulan di hulu. Warga diminta untuk tetap waspada dan tidak menutup saluran air dengan tumpukan sampah atau material bangunan yang dapat menghambat aliran air. Pemerintah desa bersama perangkat RT/RW diminta terus melakukan sosialisasi agar warga aktif menjaga kebersihan dan kesiapsiagaan lingkungan.Unsur yang terlibat dalam penanganan banjir ini antara lain BPBD Kabupaten Jember, Camat Panti, Polsek Panti, Koramil Panti, Pemerintah Desa Pakis, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut berjalan baik dan efektif, tanpa adanya kendala berarti di lapangan. Seluruh pihak berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi musim penghujan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi banjir berulang akibat faktor topografi dan sistem pengairan yang belum memadai.Sebagai langkah strategis, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan kepada Dinas PU Pengairan untuk membangun DAM pengendali di saluran irigasi Desa Pakis. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menahan debit air dari hulu agar tidak langsung masuk ke pemukiman warga. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem, serta segera melapor kepada perangkat desa atau BPBD apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba. Dengan langkah antisipatif, edukasi, dan pembangunan infrastruktur pengendali air, banjir di kawasan lereng Argopuro diharapkan tidak lagi menjadi ancaman tahunan bagi masyarakat Desa Pakis dan sekitarnya.