Barang Belum Tiba, Antrean Operasi Pasar Sudah Mengular di Pasar Tanjung
- 10 Juni 2026
- Dibaca 8 Kali
Bagikan Via:
Barang Belum Tiba, Antrean Operasi Pasar Sudah Mengular di Pasar Tanjung
JEMBER, 10 JUNI 2026 – Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember di Pasar Tanjung, Selasa (9/6), terlihat dari panjangnya antrean warga yang telah terbentuk sejak pagi. Bahkan, antrean sudah mengular sebelum komoditas pangan yang disediakan tiba di lokasi.
Sejumlah warga tampak berbaris dengan tertib sambil menunggu kedatangan beras dan minyak goreng yang didistribusikan oleh Perum Bulog. Mayoritas pembeli merupakan ibu rumah tangga yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Dalam operasi pasar tersebut, tersedia beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram sebanyak 100 sak. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli minyak goreng Minyakita kemasan 2 liter sebanyak 20 dus.
Tingginya minat masyarakat membuat antrean terus bertambah meskipun penjualan belum dimulai. Beberapa warga mengaku sengaja datang lebih awal untuk memastikan mendapatkan bagian dari stok yang tersedia. Menurut mereka, operasi pasar menjadi solusi untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
Operasi pasar ini merupakan upaya Diskopumdag Kabupaten Jember dalam menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaannya, Diskopumdag menggandeng Perum Bulog sebagai penyedia komoditas pangan.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok Penting Diskopumdag Kabupaten Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa sempat terjadi keterlambatan pengiriman minyak goreng Minyakita ke lokasi operasi pasar. Meski demikian, keterlambatan tersebut tidak berlangsung lama sehingga distribusi kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
"Ada sedikit keterlambatan pengiriman Minyakita ke lokasi. Namun, setelah barang tiba, proses penyaluran dapat berjalan dengan lancar"ujarnya.
Menurut Lilik, operasi pasar merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan pokok dengan harga yang relatif stabil. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan komoditas yang mudah dijangkau masyarakat.
Petugas Diskopumdag turut mengatur jalannya antrean guna memastikan proses distribusi berlangsung tertib, lancar, dan tepat sasaran. Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi ketentuan yang berlaku agar seluruh komoditas dapat tersalurkan secara merata.
Panjangnya antrean yang telah terbentuk bahkan sebelum barang tiba menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap program stabilisasi pangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasi pasar masih menjadi salah satu upaya yang dinantikan warga untuk memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. (Za)