Belajar Keselamatan dari BPBD Jember, 234 Siswa SDS Rukun Harapan Antusias Ikuti Edukasi
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 123 Kali
Bagikan Via:
Belajar Keselamatan dari BPBD Jember, 234 Siswa SDS Rukun Harapan Antusias Ikuti Edukasi
JEMBER, 08 OKTOBER 2026 – Sebanyak 234 siswa SDS Tiga Bahasa Rukun Harapan Kabupaten Jember mengikuti kunjungan belajar ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada Selasa dan Kamis, 6 dan 8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal penanganan bencana sekaligus memahami pentingnya keselamatan sejak dini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat mengatakan, kegiatan outing class dirancang agar siswa tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung berbagai peralatan dan sarana yang digunakan dalam penanganan bencana.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak kami kenalkan dengan berbagai peralatan kebencanaan sekaligus diberikan pemahaman mengenai mitigasi dan keselamatan. Harapannya, pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi mereka ketika menghadapi situasi darurat,” kata Zughrinada.
Kegiatan berlangsung pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dan diikuti 234 siswa bersama 10 guru pendamping. Para peserta dibagi untuk mengunjungi sejumlah pos yang telah disiapkan personel BPBD Kabupaten Jember, mahasiswa magang Universitas Jember (Unej) dan Universitas Islam Jember (UIJ).
Di Pos Perahu Karet, siswa mendapatkan pengenalan mengenai alat pelindung diri (APD), fungsi perahu karet sebagai sarana evakuasi serta prinsip keselamatan dasar di perairan. Materi tersebut dikaitkan dengan penanganan korban yang terseret arus saat terjadi banjir.
Selanjutnya, di Pos Logistik, siswa dikenalkan dengan berbagai kebutuhan dasar bagi pengungsi serta tata kelola logistik dalam kondisi tanggap darurat. Sementara di Pos Gudang Peralatan, peserta melihat jenis-jenis peralatan kebencanaan sekaligus memahami pentingnya penyimpanan dan penataan peralatan agar selalu siap digunakan.
Edukasi juga diberikan di Pos Chainsaw. Siswa memperoleh pengetahuan dasar mengenai penggunaan chainsaw untuk penanganan pohon tumbang, termasuk pentingnya keselamatan kerja dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya ketika terjadi angin kencang.
Adapun di Pos Karhutla, peserta mendapatkan materi mengenai kebakaran hutan dan lahan, mulai dari penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya.
Zughrinada menegaskan, pengenalan mitigasi sejak usia sekolah merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran menghadapi bencana.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bencana bukan hanya soal penanganan setelah kejadian, tetapi juga bagaimana mengenali risiko dan melakukan pencegahan sejak awal,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan surat Kepala SDS Tiga Bahasa Rukun Harapan Nomor 421.2/063/310.02.20568575/2026 tentang Permohonan Izin Outing Class. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai pembukaan, pengenalan pos, materi mitigasi bencana hingga penutupan, berlangsung tanpa kendala. (tgh)