Bijak Sikapi Kelangkaan BBM: ASN Terdampak Dapat Toleransi WFH, Kantor Kecamatan Panti Pastikan Tak Ada Pelayanan yang Libur
- 10 September 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
Bijak Sikapi Kelangkaan BBM: ASN Terdampak Dapat Toleransi WFH, Kantor Kecamatan Panti Pastikan Tak Ada Pelayanan yang Libur
JEMBER, 10 SEPTEMBER 2026 - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kantor Kecamatan Panti memastikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan pelayanan umum lainnya tetap berjalan normal, meski kebijakan penyesuaian kerja berupa work from home (WFH) atau bekerja dari rumah diberlakukan untuk merespons kendala mobilitas akibat kelangkaan BBM.
Kebijakan tersebut diterapkan secara selektif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pegawai yang terdampak langsung kesulitan mendapatkan BBM. Di sisi lain, kecamatan menerapkan sistem piket secara bergilir agar jumlah petugas yang berada di kantor tetap mencukupi untuk melayani masyarakat.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos., M.M., mengatakan pemerintah kecamatan memahami kendala yang dihadapi aparatur sipil negara (ASN), terutama terkait mobilitas dari rumah menuju kantor.
"Kami di jajaran Pemerintah Kecamatan Panti sangat memahami kendala riil yang dihadapi oleh rekan-rekan ASN, khususnya terkait kelangkaan pasokan BBM yang membuat mobilitas perjalanan dari rumah ke kantor menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, kami menerapkan kebijakan yang adil dan bijak: memberikan toleransi WFH secara selektif bagi pegawai yang terdampak langsung," ujar Hendra saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 10 September 2026.
Meski memberikan toleransi WFH, Hendra menegaskan kebijakan tersebut tidak boleh berdampak pada kualitas pelayanan publik. Karena itu, pegawai yang tetap bertugas di kantor diatur melalui sistem piket bergiliran.
"Prinsip utama yang kami pegang teguh adalah pelayanan publik adalah harga mati yang tidak boleh libur atau terhenti. Kami memastikan kantor Kecamatan Panti tetap buka secara penuh. Warga yang mengurus administrasi kependudukan, perizinan, maupun keperluan umum lainnya akan tetap dilayani secara optimal oleh petugas yang siaga di kantor," katanya.
Menurut Hendra, keseimbangan antara empati terhadap kondisi pegawai dan tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan beriringan.
Pantauan di Kantor Kecamatan Panti, Kamis (10/9/2026), menunjukkan aktivitas pelayanan tetap berlangsung kondusif dan tertib. Sejumlah warga terlihat mengurus berbagai keperluan administrasi di loket pelayanan.
Petugas yang berada di kantor tampak sigap membantu masyarakat. Sementara itu, pegawai yang menjalankan WFH tetap diarahkan menyelesaikan tugas administratif berbasis digital secara daring agar produktivitas pelayanan pemerintahan tetap terjaga.
Penerapan pola kerja tersebut menjadi upaya Kecamatan Panti menjaga pelayanan publik tetap berjalan di tengah keterbatasan mobilitas akibat kelangkaan BBM. Dengan penyesuaian kerja yang terukur dan sistem piket, kebutuhan masyarakat tetap dapat dilayani tanpa mengabaikan kondisi pegawai.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat tetap adaptif menghadapi situasi sulit, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat sekaligus memperhatikan kondisi aparatur yang menjalankan tugas. (jha)