Sungai Tercemar dan Sumur Bor Tak Keluar Air, 75 KK di Banjarsari Jember Dapat Bantuan Air Bersih
- 13 September 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Sungai Tercemar dan Sumur Bor Tak Keluar Air, 75 KK di Banjarsari Jember Dapat Bantuan Air Bersih
JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 – Sebanyak 75 kepala keluarga (KK) di Dusun Dukuh II, Desa Banjarsari, Kecamatan Bangsalsari, Jember, masih menghadapi keterbatasan akses air bersih. Sumber air yang selama ini mengandalkan pipanisasi dari sungai di perbatasan Desa Tugusari mengalami penurunan debit, bahkan kondisi airnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi karena tercemar dan kotor.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur. Pada Sabtu (12/9/2026), bantuan air bersih kembali disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan.
Distribusi air merupakan tindak lanjut laporan masyarakat melalui Wadul Gus e-ID dengan nomor laporan Q2707261722975 yang disampaikan oleh Jumsari. Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember juga telah melakukan asesmen pada 28 Juli 2026 untuk mengetahui kondisi ketersediaan air di wilayah tersebut.
Hasil asesmen menunjukkan warga RT 02 dan RT 03 RW 02 Dusun Dukuh II selama ini memperoleh air dari jaringan pipanisasi yang sumbernya berasal dari mata air di sungai perbatasan dengan Desa Tugusari, berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman.
Namun, sumber tersebut menghadapi persoalan serius. Selain debit air yang semakin berkurang dan terkadang tidak mengalir, kondisi sungai yang tercemar dan kotor membuat air tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Warga selama ini hanya memanfaatkan air dari jaringan tersebut untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan air minum, diperlukan sumber air yang lebih aman.
Pemerintah desa sebelumnya juga telah berupaya mencari solusi dengan melakukan pengeboran sumur. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena sumber air tidak ditemukan.
Berdasarkan data hasil asesmen, sebanyak 30 KK di RT 02/RW 02 dan 45 KK di RT 03/RW 02 terdampak kondisi tersebut. Total terdapat 75 KK yang membutuhkan dukungan penyediaan air bersih.
Dalam distribusi pada Sabtu, tim BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan tiba sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah berkoordinasi dengan kepala desa dan perangkat setempat, BPBD Provinsi Jawa Timur mendistribusikan sebanyak 2.500 liter air bersih.
Air tersebut disalurkan ke dua tandon yang telah tersedia di lokasi. Proses distribusi didampingi TRC BPBD Kabupaten Jember untuk memastikan bantuan dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
TRC BPBD Jember M. Qoidul Umam, S.T., mengatakan distribusi air menjadi langkah penanganan sementara untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air minum di tengah kondisi sumber air yang belum dapat diandalkan.
“Yang menjadi perhatian adalah sumber air yang selama ini digunakan warga sudah tidak layak untuk konsumsi. Karena itu, bantuan air bersih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan minum warga sembari kondisi sumber air terus dipantau,” ujar Qoidul Umam.
Selain distribusi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penanganan dan pemanfaatan air bersih. Warga diharapkan dapat menggunakan bantuan secara efektif sesuai kebutuhan, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan rumah tangga yang paling mendesak.
Dalam pelaksanaannya, distribusi juga menghadapi kendala akses. Terdapat material pembangunan irigasi yang berada di tepi jalan sehingga truk tangki tidak dapat melewati jalur tersebut untuk mengakses dua tandon lainnya.
Akibatnya, pengisian bantuan air pada kegiatan kali ini hanya dapat dilakukan ke dua tandon yang dapat dijangkau. Meski demikian, kegiatan distribusi berjalan aman dan terkendali serta selesai sekitar pukul 12.30 WIB.
BPBD merekomendasikan agar bantuan air bersih untuk kebutuhan air minum kembali didistribusikan dengan kapasitas 5.000 liter setiap tujuh hari sekali. Rekomendasi tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.
Selain distribusi berkala, TRC BPBD juga merekomendasikan dilakukan asesmen ulang untuk mengetahui kondisi terkini sumber air, kebutuhan warga, serta kemungkinan adanya perubahan jumlah masyarakat yang terdampak.
Penanganan kekeringan di Dusun Dukuh II melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa dan masyarakat. Koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan agar kebutuhan air bersih warga tetap dapat dipenuhi selama sumber air utama belum kembali mencukupi.
Dengan kondisi sungai yang tidak layak untuk konsumsi dan upaya sumur bor yang belum menemukan sumber air, distribusi bantuan menjadi salah satu solusi sementara bagi 75 KK di Banjarsari. Pemeriksaan ulang kondisi sumber air dan pemenuhan kebutuhan secara berkala diharapkan dapat menjadi dasar penanganan berikutnya. (bob)