Bimtek Tata Kelola Digital, ASN Tegalgede Didorong Kuasai Teknologi
- 12 Agustus 2026
- Dibaca 19 Kali
Bagikan Via:
Bimtek Tata Kelola Digital, ASN Tegalgede Didorong Kuasai Teknologi
JEMBER, 12 AGUSTUS 2026 – Penguatan kemampuan aparatur dalam mengelola teknologi informasi menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong pelayanan pemerintahan yang semakin efektif dan adaptif. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Tata Kelola Digital dan Pengembangan Kompetensi ASN TIK, Rabu, 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti ASN yang memiliki tugas berkaitan dengan teknologi informasi, pengelolaan data, serta tata kelola digital. Bimtek dilaksanakan secara kolaboratif bersama Universitas Muhammadiyah Jember dan Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) V Jember.
Kelurahan Tegalgede turut mendorong aparaturnya mengikuti kegiatan tersebut. Salah satunya staf Kelurahan Tegalgede, Ika, yang mengikuti Bimtek sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur dalam menghadapi tuntutan transformasi digital pemerintahan.
Program tersebut menjadi wadah bagi ASN untuk mengembangkan kompetensi melalui pembelajaran bersama, berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik di bidang teknologi informasi, pengelolaan data, dan tata kelola digital.
Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyentuh aspek keamanan dan pengelolaan informasi. Dalam rundown yang dirilis BKPSDM Jember, kegiatan mencatat tiga materi utama, yakni keamanan siber (cyber security), kebijakan integrasi data, dan tata kelola informasi. Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti post test, diskusi, serta evaluasi.
Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST MM, mengatakan peningkatan kompetensi aparatur menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang mengikuti perkembangan zaman.
“Transformasi digital bukan hanya soal menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi juga bagaimana aparatur mampu mengelola data dengan baik, memahami keamanan informasi, dan memberikan pelayanan yang semakin cepat serta tepat kepada masyarakat,” ujar Shierley.
Menurut dia, kemampuan aparatur dalam menguasai teknologi harus terus dikembangkan. Terlebih, pengelolaan data dan informasi kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
“Kami mendorong staf untuk aktif mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Bimtek, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di Kelurahan Tegalgede,” katanya.
Bimtek tersebut memang secara khusus menyasar ASN yang menjalankan fungsi pengelolaan data atau operator pada satuan pendidikan maupun perangkat daerah, sandiman, pranata komputer, administrator database kependudukan, operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), serta pengembang teknologi pembelajaran.
BKPSDM juga menekankan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga selesai serta berpartisipasi aktif dalam pembelajaran dan diskusi. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selanjutnya diharapkan diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah.
Bagi Kelurahan Tegalgede, peningkatan kapasitas aparatur di bidang digital diharapkan dapat memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih responsif. Sebab, semakin baik kemampuan aparatur mengelola informasi dan data, semakin besar pula peluang terciptanya pelayanan masyarakat yang efektif, akurat, dan transparan. (sar)