logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan

Harga Bapokting Pasca Idulfitri di Jember: Sejumlah Komoditas Turun, Daya Beli Masyarakat Berangsur Pulih

  • 25 Maret 2026
  • Dibaca 276 Kali
Bagikan Via:
harga-bapokting-pasca-idulfitri-di-jember-sejumlah-komoditas-turun-daya-beli-masyarakat-berangsur-pulih-20260325

Harga Bapokting Pasca Idulfitri di Jember: Sejumlah Komoditas Turun, Daya Beli Masyarakat Berangsur Pulih

JEMBER, 25 MARET 2026 - Harga bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Mangli, Kabupaten Jember, mulai menunjukkan tren penurunan setelah Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sebelumnya, harga sejumlah komoditas sempat melonjak tajam menjelang hingga saat Lebaran.

Berdasarkan pemantauan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskop UKM Dag) Jember, penurunan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti cabai merah besar, cabai rawit merah, buncis, serta telur ayam.

Penurunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada stabilitas harga pangan.

Fenomena naik-turun harga tersebut dinilai sebagai pola musiman yang kerap terjadi di berbagai daerah. Harga bahan pokok umumnya meningkat menjelang hari besar keagamaan akibat lonjakan permintaan, lalu berangsur turun setelahnya.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Mangli, Sasmito, mengatakan harga ayam sempat merangkak naik menjelang Lebaran. “Menjelang hari raya, harga ayam pasti naik. Bahkan bisa mencapai Rp40.000 per kilogram,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

Kenaikan harga tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Selain ayam, komoditas seperti cabai dan telur juga sempat mengalami lonjakan signifikan. Harga cabai rawit merah bahkan dilaporkan menembus lebih dari Rp100.000 per kilogram di sejumlah wilayah Jember.

Lonjakan harga dipengaruhi tingginya konsumsi serta gangguan distribusi menjelang hari raya. Kini, dengan mulai turunnya harga sejumlah komoditas, beban pengeluaran masyarakat diharapkan berkurang. Penurunan harga cabai, telur, dan sayuran dinilai membantu menjaga daya beli, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, kondisi ini juga memberikan ruang pemulihan bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kecil yang sebelumnya terdampak fluktuasi harga. Stabilnya harga bahan baku membuat biaya produksi lebih terkendali, sehingga mereka dapat kembali menyesuaikan harga jual tanpa harus menekan margin keuntungan secara berlebihan.

Dengan tren penurunan yang mulai terlihat, masyarakat juga berharap harga bahan pokok dapat tetap stabil dalam beberapa waktu ke depan, sehingga aktivitas ekonomi berjalan lebih seimbang dan daya beli tetap terjaga.(hna)

Galeri Foto