BP3MI Jawa Timur Buka Edukasi Migrasi Aman di Jember, Bagaimana Hadapi Tantangan Kerja di Luar Negeri
- 08 Oktober 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
BP3MI Jawa Timur Buka Edukasi Migrasi Aman di Jember, Bagaimana Hadapi Tantangan Kerja di Luar Negeri
JEMBER, 8 OKTOBER 2026 – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur resmi membuka kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman dalam Rangka Mendukung Program SMK Go Global pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan SMK, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Kabupaten Jember sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memastikan setiap calon PMI yang akan berpartisipasi dalam program SMK Go Global mendapatkan pembekalan informasi yang lengkap, akurat, dan komprehensif sebelum berangkat ke negara penempatan.
SMK Go Global merupakan Program Quick Win arahan Presiden Prabowo Subianto yang dikelola oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI). Program ini menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil dan tersertifikasi internasional pada periode 2026–2029, dengan target 40.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) pada tahun 2026 ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Jerman, Korea, dan Maladewa. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa lulusan SMK yang bekerja di luar negeri berangkat melalui jalur resmi, memiliki sertifikasi yang diakui secara internasional, dan mendapatkan perlindungan penuh selama berada di negara penempatan.
Edukasi yang diberikan dalam kegiatan ini mencakup berbagai aspek penting yang wajib dipahami oleh setiap calon PMI, mulai dari mekanisme pendaftaran resmi program SMK Go Global, prosedur keberangkatan yang aman dan prosedural, pemahaman kontrak kerja, hak dan kewajiban pekerja migran di negara tujuan, hingga mekanisme pengaduan dan perlindungan yang tersedia apabila menghadapi permasalahan selama bekerja di luar negeri.
Kepala BP3MI Jawa Timur, AKBP. Tyas Puji Rahadi, S.I.K., CPRH, menegaskan bahwa edukasi perlindungan dan migrasi aman merupakan garda terdepan dalam memastikan setiap PMI yang berangkat dari Jawa Timur, khususnya Kabupaten Jember, terlindungi secara penuh dan berangkat melalui mekanisme yang sah.
"Edukasi ini adalah investasi perlindungan yang tidak ternilai. Kami ingin memastikan setiap calon PMI yang akan berangkat melalui program SMK Go Global benar-benar memahami hak-haknya, prosedur yang harus ditempuh, dan ke mana harus melapor apabila menghadapi permasalahan di negara penempatan. Pengetahuan adalah perlindungan terbaik bagi setiap pekerja migran," ujar Tyas Puji Rahadi.
Beliau juga menegaskan bahwa BP3MI Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendampingi seluruh proses keberangkatan PMI dari Kabupaten Jember, mulai dari tahap pendaftaran, pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan dan pemulangan, guna memastikan tidak ada satu pun PMI asal Jember yang berangkat tanpa perlindungan yang memadai.
"BP3MI hadir bukan hanya saat ada masalah. Kami hadir sejak awal — dari proses pendaftaran hingga PMI kembali ke tanah air dengan selamat. Kabupaten Jember adalah salah satu daerah kantong PMI terbesar di Jawa Timur, dan kami berkomitmen untuk memastikan seluruh PMI Jember mendapatkan perlindungan terbaik dalam setiap tahapan perjalanan kerja mereka," tambahnya.
Melalui kegiatan Edukasi Pelindungan dan Migrasi Aman ini, BP3MI Jawa Timur bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem perlindungan PMI yang komprehensif, sehingga program SMK Go Global dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Kabupaten Jember. (awh)