BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Glundengan, 20 KK Berpotensi Terdampak
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 121 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Asesmen Kekeringan di Glundengan, 20 KK Berpotensi Terdampak
JEMBER, 17 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen potensi kekeringan di Dusun Sumberjo, RT 43/RW 13, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Sabtu, 17 Oktober 2026. Hasil pemeriksaan menunjukkan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut mulai menurun dan sebagian sumur warga mengalami kekeringan.
Asesmen dilakukan menindaklanjuti Surat Kecamatan Wuluhan Nomor 400/965/35.09.11/2026 tentang permohonan bantuan air. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember turun langsung ke lokasi dengan didampingi perangkat desa, Destana, serta RT/RW setempat.
Tim melakukan survei terhadap kondisi sumur dan sumber air yang selama ini digunakan warga. Dari hasil asesmen, sekitar 20 kepala keluarga (KK) berpotensi terdampak apabila kondisi kekeringan terus berlangsung.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, M. Zaenudin, mengatakan kondisi sumber air warga menunjukkan penurunan debit. Meski demikian, sebagian sumur masih memiliki persediaan air sehingga kebutuhan warga untuk sementara masih dapat dipenuhi.
“Sebagian sumur warga memang sudah mengalami kekeringan, tetapi masih ada sumur yang tersedia air. Warga masih bisa memenuhi kebutuhan dengan meminta air kepada tetangga yang sumurnya masih memiliki persediaan,” kata Zaenudin.
Selain sumur warga, tim juga menemukan sumber air alternatif berupa sumur bor yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman. Keberadaan sumber tersebut menjadi salah satu pilihan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih apabila kondisi sumur semakin menurun.
BPBD Jember menilai situasi di lokasi hingga saat ini masih aman dan kondusif. Belum diperlukan penanganan darurat berupa distribusi air bersih, tetapi perkembangan kondisi sumber air tetap perlu dipantau secara berkala.
Zaenudin menjelaskan, TRC BPBD melakukan koordinasi dengan unsur terkait, pemeriksaan sumur warga, asesmen kondisi lapangan, serta dokumentasi. Tim berada di lokasi untuk memastikan kondisi aktual sekaligus memetakan kebutuhan warga.
“Pemantauan perlu dilakukan secara berkala selama musim kemarau. Kami juga merekomendasikan asesmen lanjutan dalam 20 sampai 30 hari ke depan untuk melihat perkembangan ketersediaan air,” ujarnya.
BPBD Jember juga akan meneruskan hasil asesmen kepada perangkat daerah terkait sebagai bahan pertimbangan penanganan lebih lanjut. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi apabila sumber air warga semakin berkurang dan kebutuhan air bersih meningkat.
BPBD mengimbau warga bersama pemerintah desa dan Destana terus memantau kondisi sumur serta melaporkan perkembangan apabila terjadi penurunan ketersediaan air yang signifikan. Hingga tim meninggalkan lokasi pada pukul 16.30 WIB, situasi di Dusun Sumberjo terpantau aman dan terkendali. (tgh)