BPBD Jember Bekali Destana Ambulu Kemampuan Hadapi Bencana hingga Pemulihan
- 05 November 2026
- Dibaca 147 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Bekali Destana Ambulu Kemampuan Hadapi Bencana hingga Pemulihan
JEMBER, 05 NOVEMBER 2026 – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi. Kemampuan masyarakat mengenali risiko, melakukan penanganan awal, hingga memulihkan kondisi setelah bencana menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan desa.
Hal itu menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melalui pembinaan pengurus Desa Tangguh Bencana (Destana) se-Kecamatan Ambulu di Aula Kantor Kecamatan Ambulu, Rabu 04 November 2026.
Sekitar 25 perwakilan pengurus Destana mengikuti kegiatan yang membahas pengetahuan dasar kebencanaan, mulai dari tahapan pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.
Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember Fikri Auzan, S.T., mengatakan penguatan kapasitas Destana diperlukan karena desa merupakan lingkungan terdekat dengan masyarakat ketika bencana terjadi.
“Destana harus memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengenali risiko di wilayahnya, melakukan upaya pengurangan risiko, serta mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat,” kata Fikri.
Menurut dia, keberadaan Destana bukan sekadar sebagai kelompok yang bergerak ketika bencana datang. Destana juga memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat sejak sebelum bencana terjadi.
Karena itu, salah satu materi yang diberikan dalam pembinaan tersebut adalah perencanaan pengurangan risiko bencana tingkat desa. Materi ini mendorong agar aspek kebencanaan dapat terintegrasi dalam perencanaan pembangunan desa.
Dengan demikian, pembangunan di tingkat desa diharapkan turut mempertimbangkan potensi ancaman dan kerentanan yang ada sehingga dapat mengurangi risiko bencana di kemudian hari.
Selain aspek pencegahan, peserta juga mendapatkan materi penanganan darurat yang disampaikan Nanang Ahmad Fauzi, S.Si. Materi tersebut membekali pengurus Destana dengan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan saat terjadi bencana, termasuk kemampuan melakukan kaji cepat.
“Kaji cepat sangat penting untuk mengetahui kondisi awal di lapangan, dampak kejadian, serta kebutuhan masyarakat yang terdampak. Informasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan berikutnya,” ujar Fikri.
Sementara itu, materi pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) disampaikan Yangga Purnagusti, S.T. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pendataan dan pelaporan setelah bencana sebagai dasar penyusunan kebutuhan pemulihan.
Fikri menambahkan, kemampuan melakukan pelaporan secara tepat akan membantu pemerintah mendapatkan gambaran mengenai dampak bencana sekaligus menentukan kebutuhan penanganan pascabencana secara lebih terukur.
Kegiatan tersebut digelar berdasarkan Surat Camat Ambulu Nomor 440/498/35.09.12/2026 tentang Undangan Narasumber. Pembukaan kegiatan dilakukan pukul 09.00 WIB dengan sambutan Camat Ambulu dan Kapolsek Ambulu.
Seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Kecamatan Ambulu, Polsek Ambulu, serta Destana se-Kecamatan Ambulu berlangsung tertib dan lancar. Peserta juga aktif mengikuti materi dan menunjukkan antusiasme selama pembinaan.
Kegiatan ditutup pada pukul 11.30 WIB. Melalui pembinaan tersebut, BPBD Jember mendorong Destana semakin mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. (tgh)