BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 80 KK di Dusun Rowo Mayang
- 24 September 2026
- Dibaca 116 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 80 KK di Dusun Rowo Mayang
JEMBER, 24 September 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kamis, 24 September 2026.
Distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran pertama sebagai bagian dari penanganan dampak bencana kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama BPBD Provinsi Jawa Timur tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air akibat sumur-sumur mereka mengering selama musim kemarau.
TRC BPBD Jember, Parmuji, mengatakan, sebanyak 80 kepala keluarga (KK) di Dusun Rowo membutuhkan pasokan air bersih.
“Sebanyak 80 KK terdampak, terdiri dari 40 KK di RT 02 RW 14 dan 40 KK di RT 01 RW 16,” kata Parmuji.
Menurut dia, kondisi kekeringan membuat warga harus mengambil air dari sumber mata air yang berada di dekat sungai dengan jarak sekitar satu kilometer dari permukiman.
Di wilayah tersebut sebenarnya terdapat sumur bor milik Pondok Pesantren At Thohiriyah. Namun, kapasitas sumur bor itu masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan yayasan dan pondok pesantren sehingga belum dapat mencukupi kebutuhan seluruh warga.
Atas kondisi tersebut, pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Jember melalui Surat Kepala Desa Mrawan Nomor 005/29/35.09.26.2001/2026.
Dalam penyaluran kali ini, BPBD mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke empat tandon BPBD yang tersedia di lokasi. Air tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk keperluan makan dan minum.
Selain menyalurkan air, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga diminta memprioritaskan air bantuan untuk kebutuhan yang paling mendesak.
“Warga kami edukasi agar hemat air dan memprioritaskan air bersih yang diberikan untuk kebutuhan makan dan minum,” ujar Parmuji.
Distribusi air bersih melibatkan BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Jember, pemerintah desa, kepala dusun, ketua RT/RW, pihak pondok pesantren, serta warga.
BPBD merekomendasikan distribusi air dilakukan secara berkala, yakni setiap dua hari sekali, untuk membantu memenuhi kebutuhan warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif tanpa kendala berarti.(tgh)