logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Siapkan Langkah Penanganan Kekeringan di Dusun Klayu

  • 13 Oktober 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-siapkan-langkah-penanganan-kekeringan-di-dusun-klayu-20261013

BPBD Jember Siapkan Langkah Penanganan Kekeringan di Dusun Klayu

JEMBER, 13 OKTOBER 2026 – Sebanyak 214 kepala keluarga (KK) di Dusun Klayu, Desa Mayang, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, terdampak bencana kekeringan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan permohonan bantuan air bersih dari pemerintah desa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melakukan asesmen di lokasi pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air warga sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Berdasarkan hasil asesmen yang didampingi perangkat RT/RW setempat, sebanyak 214 KK terdampak tersebar di tiga wilayah, yakni RT 01/RW 02 sebanyak 68 KK, RT 02/RW 02 sebanyak 74 KK, dan RT 03/RW 02 sebanyak 72 KK.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sumur warga yang memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter mengalami penurunan ketersediaan air. Bahkan, sebagian besar sumur dilaporkan mengering hingga dasar sumur terlihat. Sementara itu, air yang masih tersedia dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.

Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk mendapatkan air yang digunakan untuk memasak dan minum, warga harus menempuh jarak sekitar dua kilometer melalui jalan setapak. Pengambilan air juga dilakukan menggunakan sepeda.

Adapun untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga harus mencari sumber air yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Jarak yang cukup jauh tersebut menambah kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Pejabat Fungsional Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Hady Mulyono, S.T., menyampaikan bahwa asesmen dilakukan untuk memastikan tingkat dampak kekeringan serta kebutuhan penanganan bagi masyarakat terdampak.

“Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, terdapat 214 kepala keluarga yang terdampak kekeringan. Sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan, sehingga diperlukan penanganan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” demikian inti hasil asesmen BPBD Jember.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih sebanyak 5.000 liter setiap tiga hari sekali. Penyaluran tersebut direncanakan mengikuti jadwal distribusi yang telah dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Selain bantuan air bersih, BPBD Jember juga merekomendasikan penempatan dua unit tandon air di wilayah terdampak. Pendistribusian bantuan direncanakan setelah kesiapan pangkon atau tempat penempatan tandon dipastikan. Rekomendasi penanganan juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Sebelumnya, TRC BPBD Jember telah melakukan koordinasi dengan perangkat setempat, asesmen kondisi wilayah, dokumentasi, serta pemeriksaan sumur milik warga. Hasil kegiatan tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi penanganan kekeringan di Dusun Klayu.

Penanganan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak, khususnya dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Koordinasi lintas pihak diperlukan agar distribusi bantuan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

BPBD Jember terus melakukan pendataan dan asesmen terhadap wilayah yang mengalami kekeringan sebagai bagian dari upaya menentukan langkah penanganan yang tepat bagi masyarakat terdampak. (bob)

Galeri Foto