BPBD Jember Tanggap Darurat Kekeringan, 120 KK di Kaliwining Terbantu
- 24 September 2026
- Dibaca 223 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Tanggap Darurat Kekeringan, 120 KK di Kaliwining Terbantu
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 - Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih setelah sejumlah sumur mengalami penurunan debit hingga mengering.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember mendampingi pendistribusian bantuan air bersih untuk warga terdampak pada Rabu, 23 September 2026.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Nanang Ahmad Fauzi, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sejak akhir Juli 2026. Penurunan ketersediaan air terutama terjadi di wilayah RW 13 yang hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi.
“Warga masih mengandalkan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, debit air mulai menurun, sebagian sumur mengering, dan air yang tersisa mulai berbau kurang sedap,” kata Nanang.
Menurut dia, warga kemudian mengambil air dari sumur bor terdekat yang berjarak sekitar satu kilometer. Sementara untuk kebutuhan mandi, sebagian warga memanfaatkan Sungai Bedadung.
Namun, kondisi Sungai Bedadung juga mulai mengalami penurunan debit dengan kondisi air yang keruh.
Berdasarkan pendataan BPBD Jember, dampak kekeringan tersebar di sejumlah wilayah. Di RT 07/RW 13 terdapat sekitar 40 KK terdampak dari 75 KK, RT 08/RW 13 sebanyak 20 KK dari 70 KK, serta RT 09/RW 13 sebanyak 40 KK dari 65 KK.
Sementara di RT 11/RW 14 terdapat sekitar 20 KK terdampak dari 50 KK. Total warga yang membutuhkan bantuan air bersih mencapai 120 KK.
Untuk memenuhi kebutuhan sementara, BPBD Provinsi Jawa Timur menyalurkan 5.000 liter air bersih yang ditempatkan di tandon BPBD.
“Distribusi air bersih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai kondisi kekeringan,” ujar Nanang.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Saat ini tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun.
Nanang menambahkan, kondisi di RT 05 dan RT 06 relatif aman karena telah tersedia jaringan PDAM. Namun, sumur warga di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 mulai mengering dan berbau kurang sedap.
Kondisi serupa terjadi di RT 11 RW 14. Sebagian sumur warga mengering sehingga masyarakat mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk upaya pascakejadian.
Penanganan kekeringan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026 serta permohonan dari Pemerintah Desa Kaliwining. (tgh)