BPBD Jember Turun Malam Hari, Bantu Warga Jatian Hadapi Krisis Air Bersih
- 10 Oktober 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Turun Malam Hari, Bantu Warga Jatian Hadapi Krisis Air Bersih
JEMBER, 10 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali bergerak membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Kali ini, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember melaksanakan pendistribusian air bersih ke-14 di Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Jumat (9/10/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon penampungan milik BPBD yang tersedia di lokasi. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai menyusut akibat musim kemarau.
Narasumber dari TRC BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, menjelaskan bahwa tim berangkat menuju lokasi pada pukul 20.00 WIB untuk melakukan koordinasi, asesmen kondisi lapangan, pengecekan sumur warga, serta edukasi mengenai dampak kekeringan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan perangkat Desa Jatian, pengurus RT/RW, dan masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pendataan, wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih meliputi sejumlah lingkungan di Dusun Krajan. Di RT 02/RW 08, sekitar 50 kepala keluarga (KK) dari total 129 KK tercatat membutuhkan pasokan air bersih. Sementara itu, di RT 01/RW 06, sekitar 140 KK dari total 200 KK juga mengalami kebutuhan air bersih.
Adapun di RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10, kebutuhan air untuk minum dilaporkan masih tercukupi. Namun, warga di kedua wilayah tersebut masih membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari, khususnya mandi dan mencuci. Secara keseluruhan, laporan mencatat sekitar 190 KK terdampak dan membutuhkan dukungan pemenuhan air bersih.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sumber air alternatif yang biasa dimanfaatkan warga mulai mengalami penyusutan. Di RT 02/RW 08, jarak permukiman menuju sumber air alternatif mencapai sekitar 300 meter, sedangkan warga RT 01/RW 06 harus menempuh jarak sekitar 700 meter. Debit air di kedua sumber tersebut dilaporkan mulai mengecil.
Sementara itu, sungai yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman belum dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan air konsumsi karena kondisi airnya dinilai tidak layak untuk diminum. Hasil pemeriksaan terhadap delapan sumur warga di RT 02/RW 08 juga menunjukkan bahwa sekitar 90 persen sumur telah mengalami penyusutan hingga dasar sumur terlihat. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mengeluarkan bau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD Jember karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus tetap terpenuhi selama musim kemarau. Pemerintah Desa Jatian juga telah melaporkan situasi tersebut kepada BPBD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sebagai langkah penanganan berkelanjutan, BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali. Selain itu, kondisi kekeringan tersebut perlu diteruskan kepada dinas terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Kegiatan distribusi air bersih ini merupakan bagian dari penanganan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Pelaksanaannya juga menindaklanjuti permohonan bantuan dari Kecamatan Pakusari dan Pemerintah Desa Jatian.
Melalui langkah tersebut, BPBD Kabupaten Jember terus berupaya membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau sekaligus memetakan kebutuhan penanganan di wilayah terdampak. Sinergi antara BPBD, pemerintah desa, perangkat RT/RW, dan warga diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih serta mengurangi dampak kekeringan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. (bob)