Bunga Desaku Mini di Gumukmas, Pemkab Jember Sosialisasikan Program Publik dan Tampung Aspirasi Warga
- 15 Mei 2026
- Dibaca 130 Kali
Bagikan Via:
Bunga Desaku Mini di Gumukmas, Pemkab Jember Sosialisasikan Program Publik dan Tampung Aspirasi Warga
JEMBER, 15 MEI 2026 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat pendekatan pelayanan publik berbasis kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Bunga Desaku Mini yang digelar di wilayah Kecamatan Gumukmas. Kegiatan ini menjadi ruang sosialisasi berbagai program unggulan daerah sekaligus wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di sejumlah desa tersebut dihadiri unsur organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Berbagai program prioritas pemerintah disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami manfaat, mekanisme, serta hak yang dapat diperoleh dari layanan yang telah disediakan Pemkab Jember.
Beberapa program yang disosialisasikan di antaranya Universal Health Coverage (UHC), Peta Cinta, Mlijo Cinta, layanan Mall Pelayanan Publik (MPP), hingga sejumlah program strategis lainnya yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Selain memberikan edukasi publik, pemerintah turut membuka ruang dialog agar berbagai kebutuhan dan persoalan warga dapat diketahui secara langsung.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar masyarakat berlangsung di Desa Kepanjen, Jumat sore, 15 Mei 2026. Dalam forum tersebut, narasumber dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung, dr. Faik, menjelaskan secara rinci mengenai ketentuan layanan dalam program UHC yang selama ini kerap menjadi pertanyaan warga.
Ia menerangkan bahwa meskipun UHC memberikan jaminan kesehatan yang luas bagi masyarakat, terdapat beberapa kondisi yang tidak masuk dalam tanggungan program tersebut.
“Ada beberapa kasus pengobatan yang tidak ditanggung UHC, seperti akibat kecelakaan lalu lintas, perkelahian, maupun percobaan bunuh diri atau tindakan mencelakai diri sendiri. Semua itu memiliki dasar aturan yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, untuk kasus kecelakaan lalu lintas, biaya penanganan medis terlebih dahulu menjadi tanggung jawab Jasa Raharja dengan nilai pertanggungan hingga Rp12 juta. Jika biaya pengobatan melebihi batas tersebut, maka sisa biaya dapat ditanggung melalui program UHC.
Sementara itu, kasus akibat perkelahian dan tindakan mencederai diri sendiri tidak ditanggung karena berkaitan dengan unsur pelanggaran hukum dan tindakan yang disengaja membahayakan diri sendiri. Penjelasan tersebut disampaikan agar masyarakat memahami batas layanan yang diberikan pemerintah.
Selain sosialisasi program, kegiatan Bunga Desaku Mini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Tokoh masyarakat Desa Kepanjen, Kamed, menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Pemkab Jember yang dinilai memberikan penjelasan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Balai Desa Kepanjen yang saat ini membutuhkan renovasi.
“Balai desa merupakan pusat kegiatan masyarakat. Kami berharap ada bantuan renovasi agar gedung ini lebih layak digunakan untuk pelayanan dan aktivitas warga,” ujar Kamed.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Gerindra, Hermin, turut menyampaikan informasi terkait program insentif bagi ketua kelompok pengajian di Kabupaten Jember.
Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan insentif sebesar Rp1 juta per tahun bagi 6.112 ketua kelompok pengajian sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pembinaan masyarakat.
Sementara itu, Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama pemerintah desa siap mendukung seluruh program Pemkab Jember sekaligus mengawal berbagai aspirasi masyarakat yang muncul dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan Bunga Desaku Mini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk menyampaikan program, tetapi juga mendengar langsung kebutuhan warga,” pungkasnya. (rir)