logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Silo

Bupati Jember dan Pedagang Sepakati Jam Operasional Pasar Tanjung

  • 03 Oktober 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
bupati-jember-dan-pedagang-sepakati-jam-operasional-pasar-tanjung-20261005

Bupati Jember dan Pedagang Sepakati Jam Operasional Pasar Tanjung

JEMBER, 03 OKTOBER 2026 – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menggelar pertemuan lanjutan bersama pedagang Pasar Tanjung, baik pedagang lantai atas, lantai bawah maupun pedagang pick-up-an, Jumat 02 Oktober 2026. Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jember.

Pertemuan itu difokuskan untuk mencari titik temu terkait penataan dan jam operasional Pasar Tanjung, terutama menyikapi dinamika yang terjadi antara pedagang lantai bawah dan lantai atas, termasuk pedagang yang berjualan di area pick-up.

Suasana pertemuan berlangsung terbuka dan komunikatif. Bupati Gus Fawait memberikan kesempatan kepada seluruh perwakilan pedagang untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan harapan secara langsung di hadapan pemerintah daerah dan Forkopimda.

Dalam forum tersebut, perwakilan pedagang Pasar Tanjung menyatakan komitmennya untuk mendukung kesepakatan yang sebelumnya telah dibangun dalam pertemuan di Pendopo Kabupaten Jember.

“Kami sangat mendukung apa yang sudah disepakati di pendopo pada pertemuan pertama,” ujar perwakilan pedagang Pasar Tanjung.

Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga kondusivitas serta kenyamanan aktivitas perdagangan di salah satu pusat perekonomian masyarakat Jember tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember Widarto yang turut hadir dalam pertemuan menyampaikan bahwa persoalan Pasar Tanjung membutuhkan solusi jangka panjang. Menurutnya, solusi yang lebih ideal dapat diwujudkan setelah proses revitalisasi Pasar Tanjung rampung secara menyeluruh.

“Kita masih belum menemukan solusi yang ideal karena solusi yang ideal ini setelah revitalisasi,” terang Widarto.

Ia menegaskan DPRD Kabupaten Jember akan terus mengawal proses revitalisasi agar berjalan transparan serta tetap memperhatikan kepentingan para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Gus Fawait mengatakan bahwa selama proses revitalisasi masih berlangsung, diperlukan kesepakatan bersama yang dapat menjadi solusi sementara dan dipatuhi seluruh pihak.

Salah satu poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah penertiban jam operasional Pasar Tanjung.

“Kita sepakati bersama dulu terkait jam operasional, pukul 08.30 dengan toleransi 15 menit. Sepakat, ya?” kata Gus Fawait yang kemudian disambut persetujuan para pedagang yang hadir.

Kesepakatan mengenai jam operasional tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengurangi kemacetan, penumpukan barang, serta potensi gesekan antar-pedagang di kawasan Pasar Tanjung.

Gus Fawait menegaskan, penataan Pasar Tanjung tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah, Forkopimda, DPRD, serta seluruh pedagang perlu memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.

Menurutnya, revitalisasi Pasar Tanjung bukan bertujuan menyingkirkan pedagang, melainkan menciptakan kawasan perdagangan yang lebih bersih, aman, tertib, dan mampu bersaing dengan perkembangan pusat perbelanjaan modern.

“Pasar Tanjung ini adalah jantung ekonomi Jember. Kita ingin pedagang lantai atas, lantai bawah, dan pick-up-an semuanya tetap hidup dan bisa berjualan dengan nyaman. Revitalisasi harus membawa manfaat, bukan keresahan,” tegas Gus Fawait.

Jajaran Forkopimda Kabupaten Jember yang hadir juga menyatakan komitmennya untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di kawasan Pasar Tanjung. Unsur TNI dan Polri siap mendukung pelaksanaan serta pengawasan terhadap kesepakatan jam operasional yang telah dibangun bersama.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Jember akan melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada para pedagang serta melaksanakan pemantauan di lapangan. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan pedagang dan DPRD Kabupaten Jember.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menjaga kondusivitas Pasar Tanjung sembari menunggu tahapan revitalisasi berikutnya.

Kesepakatan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertib, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha seluruh pedagang di Pasar Tanjung. (dol)