Camat Patrang Serahkan Langsung Bantuan PMT bagi Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK
- 22 Juni 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Camat Patrang Serahkan Langsung Bantuan PMT bagi Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK
JEMBER, 22 JUNI 2026 - Pemerintah Kecamatan Patrang terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penyaluran Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita stunting dan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, pada Senin 22 Juni 2026.
Bantuan PMT diserahkan secara langsung oleh Camat Patrang, Ajib, S.IP, didampingi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Patrang, Fiqih Zulfikar Ali, S.STP, serta dihadiri perwakilan pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan keluarga penerima manfaat.
Program ini menyasar delapan balita stunting dan delapan ibu hamil KEK yang berasal dari delapan kelurahan di wilayah Kecamatan Patrang, yakni Kelurahan Baratan, Bintoro, Slawu, Jember Lor, Patrang, Gebang, Jember Kidul, dan Banjarsengon.
Penyaluran bantuan dilakukan sebagai bagian dari intervensi pemerintah dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Selain memberikan bantuan berupa makanan tambahan bergizi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada keluarga penerima manfaat mengenai pentingnya pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan kesehatan secara berkala.
Camat Ajib mengatakan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga keluarga.
"Stunting merupakan persoalan bersama yang harus ditangani secara serius dan berkelanjutan. Melalui program PMT ini, kami berharap kebutuhan gizi balita stunting dan ibu hamil KEK dapat terpenuhi dengan baik sehingga mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujarnya.
Menurutnya, perhatian terhadap pemenuhan gizi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun atau yang dikenal dengan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Intervensi sejak dini menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh orang tua untuk rutin memantau pertumbuhan anak melalui posyandu dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi PMKS Kecamatan Patrang, Fiqih Zulfikar Ali, S.STP, menjelaskan bahwa data penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi bersama pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, serta kader posyandu.
Ia menegaskan bahwa program PMT merupakan salah satu bentuk intervensi spesifik yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.
"Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima manfaat. Selain itu, kami juga terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil yang maksimal," jelas Fiqih.
Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kecamatan Patrang optimistis upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya dapat berjalan efektif. Dukungan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Program Pemberian Makanan Tambahan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk bantuan jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil dan balita. Dengan demikian, target penurunan prevalensi stunting di Kecamatan Patrang dapat tercapai secara berkelanjutan. (naf)