Camat Wuluhan Dorong Seluruh Desa Perbanyak Agenda Kreatif untuk Anak
- 27 Juni 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Camat Wuluhan Dorong Seluruh Desa Perbanyak Agenda Kreatif untuk Anak
JEMBER, 26 Juni 2026 – Sambung Rasa merupakan program kerja divisi penguatan kelembagaan FAJ yang bertujuan membangun, memperkuat, dan menjaga hubungan antara FAJ dengan seluruh FAD se-Kabupaten Jember melalui komunikasi, pendataan, pendampingan, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Program ini hadir sebagai respons atas masih adanya FAD yang belum aktif, belum meratanya komunikasi antarforum, serta perlunya wadah bersama untuk saling berbagi informasi, pengalaman, dan solusi.
Acara yang diinisiasi Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember antara Forum Anak Jember (FAJ) dengan Forum Anak Daerah (FAD) se-Kecamatan Wuluhan pada Rabu, 25 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari sejumlah FAD, di antaranya FAD Glundengan, FAD Dukuhdempok, FAD Lojejer, FAD Ampel, FAD Kesilir, dan FAD Tanjungrejo.
Acara dibuka oleh Camat Wuluhan, Hanifah, S.Pt., M.Si., yang menekankan pentingnya menciptakan ruang pengembangan bagi anak-anak di wilayahnya. "Sebagai camat Wuluhan, saya menyarankan kepada seluruh desa untuk banyak membuat agenda buat anak-anak agar mereka bisa lebih mengembangkan kreativitasnya," ujarnya.
Sesi tanya jawab antara Camat dan peserta FAD menjadi salah satu bagian yang paling dinamis. Vanescya Ika Putri Aprilia, siswi kelas 11 SMAN Balung berusia 16 tahun yang mewakili FAD Tanjungrejo, menyampaikan pandangannya tentang peran anak desa dalam mengembangkan potensi kecamatan. Ia mendorong anggota FAD untuk ikut mempromosikan potensi wisata Wuluhan, termasuk destinasi Skyland, sebagai bagian dari kontribusi nyata anak muda terhadap daerahnya.
Sementara itu, Haizuran Alby Rabbani, siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Wuluhan berusia 14 tahun dari FAD Ampel, mengangkat isu kedisiplinan di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah rendahnya kesadaran sebagian teman sebaya terhadap peraturan sekolah, meski sosialisasi tata tertib telah rutin dilakukan.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Sugeng Riyadi, turut memberikan arahan dalam kesempatan tersebut. "FAD dan FAJ harus sering konsolidasi agar saling tukar informasi, sehingga permasalahan di lingkungan anak-anak bisa ditemukan jalan keluarnya. FAD yang selama ini kurang aktif bisa dikonsultasikan dengan FAD yang lainnya," tegasnya.
Materi Sambung Rasa disampaikan oleh perwakilan FAJ, Surya Putra Andika (16 tahun), yang menjelaskan tujuan dan urgensi program kepada seluruh peserta FAD. Ia menekankan bahwa FAD memiliki empat peran utama, yakni sebagai pelopor, pelapor, penyalur aspirasi anak, dan mitra pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak di tingkat desa.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antar-forum anak di Kabupaten Jember, sekaligus mendorong FAD yang belum aktif untuk kembali bergerak dan berkontribusi bagi anak-anak di lingkungannya. (rou)