Cinta Si Peka Kembali Tebar 1.500 Benih Ikan, Selokan RW 17 Disulap Jadi Media Budidaya
- 16 Agustus 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Cinta Si Peka Kembali Tebar 1.500 Benih Ikan, Selokan RW 17 Disulap Jadi Media Budidaya
JEMBER, 15 AGUSTUS 2026 — Upaya menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat kembali dilakukan melalui program Cinta Si Peka Kelurahan Kaliwates. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebanyak 1.500 benih ikan nila dan tawes ditebar di selokan lingkungan RW 17 Kelurahan Kaliwates. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lingkungan yang sebelumnya telah dibersihkan untuk dijadikan media budidaya ikan.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi Cinta Si Peka Kelurahan Kaliwates bersama mahasiswa KKNK yang tengah menjalankan kegiatan pengabdian di wilayah tersebut. Selokan yang sebelumnya telah dibersihkan kemudian dimanfaatkan sebagai tempat pemeliharaan ikan. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, keberadaan ikan di selokan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila budidaya tersebut berhasil berkembang dan menghasilkan.
Benih ikan yang ditebar terdiri dari ikan nila dan tawes. Sebanyak 1.500 benih tersebut diperoleh melalui pengajuan mahasiswa KKNK Kelurahan Kaliwates kepada Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember. Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan dinas terkait dalam mengembangkan kegiatan yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pemanfaatan selokan sebagai media budidaya ikan dilakukan setelah kawasan tersebut terlebih dahulu dibersihkan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjaga kebersihan saluran air, tetapi juga melihat potensi lingkungan sekitar sebagai ruang yang dapat memberikan manfaat tambahan.
Lurah Kaliwates, Abdul Khamil, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKNK serta dukungan DKPPP Kabupaten Jember dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memiliki nilai positif karena menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan upaya memberikan manfaat sosial kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada DKPPP Kabupaten Jember yang telah memberikan dukungan berupa benih ikan, dan juga kepada mahasiswa KKNK Kelurahan Kaliwates yang telah menginisiasi serta mengajukan program ini. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi seperti ini karena lingkungan yang sudah dibersihkan tidak hanya dibiarkan begitu saja, tetapi bisa dimanfaatkan menjadi media budidaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Abdul Khamil.
Ia berharap budidaya ikan tersebut dapat dirawat secara bersama-sama sehingga benih yang telah ditebar dapat berkembang dengan baik. Hasil budidaya nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk rencana pemanfaatannya untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi balita stunting di wilayah Kelurahan Kaliwates.
“Harapannya tentu ikan-ikan ini bisa tumbuh dengan baik dan nantinya hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat, khususnya sebagai salah satu bentuk dukungan pangan bagi balita stunting di Kaliwates. Karena itu, kami berharap masyarakat juga ikut menjaga dan merawat lingkungan serta budidaya ikan ini,” lanjutnya.
Kegiatan penebaran benih tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan lingkungan berbasis kolaborasi. Mahasiswa KKNK tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian melalui sosialisasi, tetapi juga ikut mendorong pemanfaatan potensi lingkungan yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui program Cinta Si Peka, Pemerintah Kelurahan Kaliwates berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di wilayah lainnya. Dengan menjaga kebersihan selokan, memanfaatkan ruang yang tersedia, serta mengembangkan budidaya ikan secara bersama-sama, lingkungan diharapkan menjadi lebih terawat sekaligus mampu menghasilkan manfaat sosial bagi masyarakat.
Penebaran 1.500 benih ikan di RW 17 pun menjadi langkah awal dari proses budidaya yang membutuhkan perawatan dan keterlibatan bersama. Kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dinas terkait, dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan tersebut tidak berhenti pada penebaran benih, tetapi dapat berkembang menjadi program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (anr)