logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Cuaca Ekstrem Melanda Jember, BPBD Bergerak Cepat Tangani Banjir, Longsor, dan Distribusi Bantuan Hingga Dini Hari

  • 16 Desember 2025
  • Dibaca 617 Kali
Bagikan Via:
cuaca-ekstrem-melanda-jember-bpbd-bergerak-cepat-tangani-banjir-longsor-dan-distribusi-bantuan-hingga-dini-hari-20251216

Cuaca Ekstrem Melanda Jember, BPBD Bergerak Cepat Tangani Banjir, Longsor, dan Distribusi Bantuan Hingga Dini Hari

Cuaca ekstrem kembali melanda Kabupaten Jember dan menimbulkan serangkaian bencana hidrometeorologi pada Senin hingga Selasa, 15–16 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai angin kencang sejak Senin pagi dan berlanjut hingga malam hari. Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember, kejadian tersebut menyebabkan banjir luapan sungai, tanah longsor, kerusakan infrastruktur, serta menimbulkan korban jiwa. Laporan perkembangan penanganan dan distribusi bantuan logistik ini disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus informasi terkini kepada para pemangku kebijakan dan masyarakat.

Secara waktu dan tempat, kejadian cuaca ekstrem ini tercatat hingga Selasa, 16 Desember 2025 pukul 16.45 WIB, dengan wilayah terdampak tersebar di sedikitnya 10 kecamatan dan 19 desa atau kelurahan di Kabupaten Jember. Berdasarkan peringatan dini BMKG Jawa Timur, Kabupaten Jember memang berada dalam periode rawan cuaca ekstrem pada 11–20 Desember 2025, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga hujan es. Peringatan dini tersebut menjadi dasar BPBD Kabupaten Jember untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat di lapangan. Dengan dukungan lintas sektor, penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Kronologis kejadian bermula pada Senin, 15 Desember 2025 sejak pukul 11.00 WIB, saat hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Jember. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap, terutama di Sungai Bedadung, Kalijompo, Rembangan, Mayang, Dinoyo, dan Sungai Gila. Luapan air tersebut merendam permukiman warga, fasilitas umum, serta memutus akses jalan dan jembatan di beberapa titik. Selain banjir, kondisi tanah yang labil akibat hujan berkepanjangan juga memicu terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah perbukitan dan jalur penghubung antarwilayah.

Dampak banjir tercatat sangat luas dan beragam, mulai dari genangan setinggi 30 sentimeter hingga lebih dari 2 meter. Ribuan rumah warga terdampak di kawasan perkotaan maupun pedesaan, termasuk di Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Rambipuji, Kalisat, Wuluhan, hingga Puger. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti musholla, balai desa, sekolah, dan jembatan juga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. Bahkan, dalam peristiwa ini dilaporkan satu orang korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Kecamatan Kalisat.

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Jember melalui Pusdalops menerima laporan pertama pada pukul 14.55 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi lintas instansi, asesmen cepat dampak kejadian, evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, serta pembersihan material banjir dan longsor. BPBD juga menyalurkan bantuan logistik secara bertahap berupa paket sembako, makanan siap saji, peralatan masak dan makan, selimut, matras, kompor, paket kebersihan, hingga bantuan khusus bagi lansia, balita, dan ibu hamil. Penanganan darurat ini berlangsung hingga Selasa dini hari dan dilanjutkan dengan asesmen lanjutan pada siang harinya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara, total warga terdampak mencapai 1.428 kepala keluarga dengan sebaran di 10 kecamatan. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 94 lansia, 42 balita, dan 3 ibu hamil, serta tercatat kerusakan rumah berat, sedang, dan ringan. Selain itu, terdapat empat jembatan rusak, sejumlah fasilitas umum terdampak, serta kerusakan sarana perahu dan jukung nelayan di wilayah pesisir. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan kerja bakti pembersihan pascabanjir, peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, serta peninjauan ulang bangunan yang berada di atas saluran sungai dan irigasi.

Melalui sinergi antara BPBD, pemerintah daerah, TNI, Polri, OPD terkait, relawan, dan masyarakat, penanganan bencana cuaca ekstrem di Kabupaten Jember terus dilakukan secara maksimal. Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk memastikan keselamatan warga, mempercepat pemulihan pascabencana, dan memperkuat mitigasi risiko bencana ke depan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan ketangguhan masyarakat Jember terhadap ancaman cuaca ekstrem semakin meningkat.

Galeri Foto