Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jember, BPBD Lakukan Penanganan Cepat
- 22 November 2025
- Dibaca 587 Kali
Bagikan Via:
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jember, BPBD Lakukan Penanganan Cepat
Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Jember pada Sabtu, 22 November 2025, kembali menimbulkan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. BMKG Jawa Timur sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu banjir hingga tanah longsor. Peringatan tersebut berlaku sejak 20 hingga 29 November 2025 dan kembali terbukti dengan turunnya hujan deras di wilayah Jember sejak siang hari. Kejadian ini menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca yang sangat fluktuatif.
Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat mulai mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada pukul 12.30 WIB. Debit air yang tinggi dan durasi hujan yang cukup lama menyebabkan saluran drainase di beberapa titik tidak mampu menampung luapan air. Kondisi ini diperparah oleh pembangunan yang tidak memperhatikan analisa lingkungan sehingga aliran air menjadi terhambat dan memicu genangan. Selain banjir, hujan juga menyebabkan pergerakan tanah di kawasan rawan sehingga memunculkan titik longsor serta menimbulkan potensi bahaya susulan bagi warga setempat.Data BPBD Jember menunjukkan sejumlah titik terendam banjir cukup signifikan. Di Link Krajan/Karangmluwo Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, sebanyak 30 kepala keluarga terdampak akibat ketinggian air 30 hingga 60 sentimeter yang menggenangi rumah warga. Bahkan, banjir meluber ke badan jalan dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter sehingga membuat beberapa kendaraan sulit melintas. Di Kelurahan Sempusari, tepatnya Link Mrapah dan Gerdu, tercatat 50 KK dengan total populasi 230 jiwa terdampak, termasuk 10 balita dan 20 lansia yang membutuhkan perhatian khusus. Genangan air jalan setinggi 10–30 sentimeter juga menghambat akses warga menuju fasilitas umum.Situasi serupa terjadi di Jalan Agus Salim dan Jalan Muhammad Yamin Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates. Genangan air mencapai 40 sentimeter di badan jalan dan 20 sentimeter di pemukiman warga, namun aktivitas masyarakat masih relatif dapat dilakukan. BPBD menemukan bahwa salah satu penyebab luapan di kawasan tersebut adalah tersumbatnya saluran irigasi oleh booth container yang menghalangi aliran air. Hal ini menunjukkan bahwa faktor non-alam turut memperburuk situasi di tengah cuaca ekstrem. Pemerintah setempat diminta untuk memperhatikan penataan lingkungan agar tidak menambah risiko bencana di kemudian hari.Sementara itu, tanah longsor terjadi di Jl. Imam Bonjol No. 68 Kelurahan Kaliwates dan berdampak pada 3 rumah milik 3 KK dengan total 12 jiwa. Satu orang lansia berada dalam kelompok terdampak sehingga penanganan prioritas dilakukan oleh petugas. Retakan di dinding dan lantai ditemukan pada keseluruhan rumah sehingga potensi longsor susulan masih sangat tinggi. Demi keselamatan, seluruh penghuni dievakuasi ke rumah Pak Alfian yang berada pada lokasi aman. Warga terdampak membutuhkan bantuan mendesak berupa enam matras, selimut tambahan, serta dukungan logistik untuk kebutuhan harian hingga kondisi dinyatakan aman.Pada waktu yang bersamaan, rumah salah satu warga bernama Riman (70) di Lingkungan Plalangan Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian ini menunjukkan bahwa intensitas hujan berpotensi merusak struktur bangunan rapuh. Kondisi banjir di beberapa titik kini mulai berangsur surut, namun BPBD memperingatkan bahwa risiko peningkatan volume air masih mungkin terjadi apabila hujan turun kembali. Warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan memantau perubahan cuaca yang sewaktu-waktu dapat memburuk.Pusdalops BPBD Jember langsung melakukan koordinasi cepat begitu informasi diterima pada pukul 14.00 WIB. Petugas tiba di lokasi terdampak pukul 14.35 WIB untuk melakukan asesmen, dokumentasi, dan pendampingan kepada warga. Bantuan logistik berupa paket sembako, perlengkapan masak dan makan, alat kebersihan, sandang lansia, family kit, matras, dan terpal sudah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, tim menerjunkan upaya darurat berupa pemasangan terpal untuk menahan tanah di area longsor. Kegiatan kerja bakti juga dijadwalkan pada Minggu, 23 November 2025, dengan melibatkan pemerintah kelurahan, Destana, dan masyarakat.Sebagai langkah lanjutan, BPBD memberikan rekomendasi peningkatan kewaspadaan cuaca ekstrem kepada seluruh masyarakat. Selain itu, pemerintah desa dan kelurahan diminta melakukan kerja bakti pembersihan saluran irigasi yang tersumbat. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran air maupun daerah rawan. Upaya mitigasi seperti pembuatan sudetan air menuju belakang Kampus STAIN menjadi prioritas pencegahan banjir berulang.BPBD Jember menegaskan siap memberikan informasi dan pembaruan situasi apabila perkembangan baru terjadi. Sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh unsur kebencanaan terus diperkuat untuk menghadapi potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis. Dengan kesiapsiagaan bersama, risiko kerugian dan dampak sosial akibat bencana dapat diminimalkan di Kabupaten Jember.