Reses di Kalisat, Candra Ary Fianto Bahas Geopolitik Global dan Dorong Pemanfaatan Program MBG
- 12 Maret 2026
- Dibaca 319 Kali
Bagikan Via:
Reses di Kalisat, Candra Ary Fianto Bahas Geopolitik Global dan Dorong Pemanfaatan Program MBG
JEMBER, 11 Maret 2026. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Candra Ary Fianto, S.T. menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena sebagian besar usulan warga dari kegiatan reses sebelumnya belum dapat terealisasi.
Hal tersebut disampaikan Candra saat melaksanakan Reses Masa Persidangan I Tahun 2026 di D Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, Rabu 11 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Candra mengungkapkan bahwa dari sekitar 21 pokok pikiran (pokir) atau aspirasi masyarakat yang dihimpun pada reses sebelumnya, hingga saat ini baru satu usulan yang berhasil direalisasikan.
“Beberapa waktu lalu kawan-kawan telah menyampaikan pokok-pokok pikiran atau aspirasi dari masyarakat. Jumlahnya sekitar 21 usulan, namun sampai hari ini yang terealisasi baru satu. Untuk itu saya mohon maaf kepada kawan-kawan semua,” ujar Candra.
Kegiatan reses tersebut dihadiri anggota Sekretariat DPRD Kabupaten Jember, konstituen dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Kalisat, Sukowono, Jelbuk, Ledokombo, dan Sumberjambe. Turut hadir pula perwakilan pengurus DPC PDIP Kabupaten Jember, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Meski demikian, Candra memastikan bahwa usulan-usulan yang belum terealisasi akan kembali diperjuangkan pada penganggaran berikutnya.
“Nanti pada anggaran tahun 2027, usulan-usulan yang belum terealisasi akan kami usulkan kembali agar dapat diperjuangkan,” tambahnya.
Menurut Candra, belum terealisasinya sejumlah pokir tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak pada pemotongan anggaran di tingkat pusat hingga daerah.
“Dampaknya sangat besar. Hal ini mengakibatkan banyak pokok pikiran atau usulan dari masyarakat, termasuk dari DPRD, belum dapat dieksekusi,” jelasnya.
Selain itu, Candra juga menyinggung kondisi geopolitik global yang turut memengaruhi kondisi perekonomian nasional. Ia menyebut konflik internasional, termasuk yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memberi tekanan pada anggaran negara.
Candra mencontohkan kenaikan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Jika harga minyak mentah naik satu dolar saja, maka bisa menambah defisit anggaran negara hingga sekitar Rp10 triliun. Bayangkan jika harganya terus naik sampai 100 dolar per barel atau lebih, tentu defisit anggaran akan semakin besar,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, juga berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar serta penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang pada akhirnya membuat pemerintah melakukan pengetatan anggaran.
MBG Jadi Tantangan Sekaligus Peluang
Dalam kesempatan itu, Candra juga mengajak masyarakat agar tidak pesimis menghadapi situasi ekonomi saat ini. Ia mendorong warga untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, meskipun program tersebut masih menuai berbagai kritik, MBG tetap memiliki potensi besar untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Candra mendorong warga untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam komoditas hortikultura yang dapat menjadi pemasok kebutuhan bahan pangan bagi program tersebut.
“Jika nanti seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember sudah beroperasi secara penuh, maka kebutuhan bahan pangan akan sangat besar. Kami berharap masyarakat juga bisa ikut mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya. (gil)