BANGUN HARAPAN DI TENGAH TANTANGAN HIPERTENSI: UPTD PUSKESMAS AMBULU PERKUAT SINERGI MELALUI PEMBINAAN KELOMPOK PROLANIS HIPERTENSI
- 26 Juni 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
BANGUN HARAPAN DI TENGAH TANTANGAN HIPERTENSI: UPTD PUSKESMAS AMBULU PERKUAT SINERGI MELALUI PEMBINAAN KELOMPOK PROLANIS HIPERTENSI
Ambulu, 26 Juni 2026 - UPTD Puskesmas Ambulu kembali menunjukkan komitmen seriusnya melalui kegiatan pembinaan rutin bagi kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Kegiatan yang berfokus pada penderita hipertensi, ini bukan sekadar rutinitas medis melainkan sebuah manifestasi pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola kesehatan secara mandiri di tengah tantangan gaya hidup modern.
Pada Jumat pagi, halaman depan UPTD Puskesmas Ambulu telah dipadati oleh para peserta prolanis sejak pukul 07.00 WIB. Sebanyak 26 peserta yang tergabung dalam kelompok Prolanis hipertensi hadir dengan semangat yang tinggi. Mereka adalah individu-individu yang bertekad untuk hidup lebih berkualitas meski harus berdampingan dengan diagnosis hipertensi. Kegiatan hari ini dibuka dengan sesi senam bersama yang dipandu oleh instruktur senam Puskesmas Ambulu. Senam bagi penderita hipertensi memiliki peranan krusial. Selain menjaga kelenturan otot dan kepadatan tulang, aktivitas fisik terukur membantu memperbaiki sirkulasi darah dan menurunkan beban kerja jantung. Musik pengiring yang ceria tidak hanya membuat tubuh bergerak, tetapi juga menciptakan atmosfer kebersamaan yang mampu menurunkan tingkat stres peserta sebuah faktor risiko utama dalam lonjakan tekanan darah. Bagi mereka, senam ini adalah momen pelepasan penat yang menyegarkan sekaligus langkah awal menuju tubuh yang lebih bugar.
Usai sesi senam, kegiatan berpindah ke aula puskesmas untuk memasuki sesi inti, yakni penyuluhan kesehatan oleh Ibu apt. Miftachul Zanah, S.Farm selaku Apoteker Puskesmas Ambulu dan Ibu Fariya Eka, S.KM selaku Petugas Promkes dan PM Puskesmas Ambulu . Fokus utama penyuluhan kali ini adalah sosialisasi penerapan metode “CERDIK” serta pentingnya “PATUH” dalam konsumsi obat bagi penderita hipertensi. Petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Ambulu menyampaikan materi dengan cara yang komunikatif, menghindari istilah medis yang terlalu rumit agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Dalam penjelasannya, petugas menegaskan bahwa hipertensi sering kali disebut sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena seringkali tidak menunjukkan gejala nyata hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung. Oleh karena itu, poin cek kesehatan secara rutin menjadi fondasi terpenting. Selain CERDIK, fokus utama kedua adalah kepatuhan dalam minum obat. Banyak penderita hipertensi cenderung menghentikan konsumsi obat ketika merasa tekanan darahnya sudah normal. Hal ini ditegaskan sebagai sebuah kekeliruan besar. Antusiasme peserta mencapai puncaknya pada sesi tanya jawab. Berbeda dengan penyuluhan satu arah yang membosankan, sesi ini justru menjadi ajang curah pendapat yang dinamis. Beberapa peserta menyampaikan kekhawatiran mereka terkait efek samping jangka panjang obat penurun tekanan darah. Petugas memberikan penjelasan dengan sabar, menekankan bahwa manfaat perlindungan organ tubuh dari kerusakan akibat tekanan darah tinggi jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping yang biasanya bersifat ringan dan dapat dikelola.
Setelah sesi tanya jawab yang hangat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi 26 peserta tersebut. Tim medis puskesmas telah menyiapkan beberapa pos pemeriksaan untuk memastikan alur kegiatan berjalan efisien. Setiap peserta menjalani serangkaian pengukuran, meliputi Berat Badan dan Tinggi Badan, Tekanan Darah, Lingkar Perut. Pengukuran ini sangat penting untuk mendeteksi obesitas sentral, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit metabolik dan kardiovaskular. Proses pemeriksaan berlangsung tertib. Petugas mencatat hasil setiap pemeriksaan ke dalam buku kendali kesehatan masing-masing peserta. Data ini nantinya akan dianalisis untuk melihat perkembangan kesehatan peserta dari bulan ke bulan. Bagi peserta yang menunjukkan hasil tekanan darah tidak stabil, petugas memberikan konseling khusus dan penyesuaian dosis obat setelah melalui konsultasi dengan dokter puskesmas.
Kegiatan pembinaan Prolanis hipertensi ini ditutup dengan sesi foto bersama bersama. "Kami berharap melalui kegiatan rutin ini, kesadaran masyarakat khususnya penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ambulu akan semakin meningkat. Kami ingin mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi kondisi ini. Puskesmas hadir sebagai mitra dalam menjaga kesehatan mereka," ujar Ibu Devi Puspitawati S, S.Kep.Ns selaku PIC Prolanis Puskesmas.
Kegiatan hari ini bukan hanya tentang angka-angka tekanan darah atau hasil pengukuran lingkar perut. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun budaya sadar kesehatan dengan 26 individu yang kini lebih teredukasi, diharapkan mereka akan menjadi duta kesehatan di lingkungan keluarga dan tetangga mereka masing-masing. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen UPTD Puskesmas Ambulu dalam mendukung transformasi layanan primer di Indonesia, yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif demi terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan sehat.
Penulis: Fariya Eka Promkes Puskesmas Ambulu