logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya

Dari Gelap ke Terang: 159 Titik Cahaya yang Mengubah Malam di Sepanjang Jalan Tanggul–Kencong

  • 09 Desember 2025
  • Dibaca 272 Kali
Bagikan Via:
dari-gelap-ke-terang-159-titik-cahaya-yang-mengubah-malam-di-sepanjang-jalan-tanggul-kencong-20251209

Dari Gelap ke Terang: 159 Titik Cahaya yang Mengubah Malam di Sepanjang Jalan Tanggul–Kencong

Jalur Tanggul–Kencong di Kabupaten Jember akhirnya bercahaya. Untuk pertama kalinya, ruas panjang yang selama ini gelap dan sering membuat warga cemas kini diterangi deretan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang berdiri tegak dan menyala setiap malam. Cahaya baru ini tidak hanya menerangi aspal, tetapi juga menghadirkan rasa aman, syukur, dan kebahagiaan bagi masyarakat yang setiap hari melintas.

Pembangunan PJUTS ini dikerjakan secara aktif mulai Rabu, 3 Desember 2025, hingga rampung pada Minggu, 7 Desember 2025. Selama lima hari pelaksanaan, tim teknis bergerak menyusuri jalur Tanggul–Kencong dari titik ke titik, memastikan setiap tiang terpasang presisi, panel surya terorientasi sempurna ke matahari, dan lampu LED siap menyala tanpa hambatan. Suasana kerja berlangsung intens namun teratur, sebab seluruh pengerjaan ditargetkan selesai tepat waktu agar warga segera merasakan manfaatnya.
Menurut keterangan konsultan pengawas, jumlah tiang PJUTS yang terpasang mencapai 159 tiang. Angka tersebut mencerminkan seberapa luas segmen jalan yang kini memperoleh penerangan baru. Konsultan menjelaskan bahwa teknologi tenaga surya dipilih untuk memberi solusi yang efisien dan berkelanjutan, karena mampu beroperasi tanpa ketergantungan pada jaringan listrik konvensional. Dengan begitu, lampu-lampu ini lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan stabil dalam jangka panjang.
Langit mulai gelap pada malam hari penyelesaian proyek, namun untuk pertama kalinya jalur itu tidak lagi dibiarkan tenggelam dalam kegelapan. Satu per satu lampu PJUTS menyala serempak, menciptakan garis cahaya panjang yang sebelumnya tidak pernah ada. Warga yang melintas menyambutnya dengan senyum lega. Banyak pengendara melambatkan motornya, sekadar menikmati terang yang terasa “baru lahir”. Beberapa pedagang di pinggir jalan menceritakan bahwa lapak mereka kini lebih terlihat, dan warga lebih berani berhenti membeli kebutuhan meski malam sudah larut.
Bagi masyarakat, perubahan ini bukan hanya soal penerangan. Ini tentang rasa aman yang bertambah, risiko kecelakaan yang menurun, dan hilangnya kecemasan ketika harus melewati jalan gelap. Orang tua kini merasa lebih tenang melepas anak pulang dari kegiatan malam. Buruh dan pekerja shift merasa lebih nyaman berkendara. Bahkan warga desa yang tinggal di sepanjang jalur itu mengaku rumah mereka kini terasa lebih hidup ketika malam tiba.


Galeri Foto