Dari Rowosari, Faroek Apresiasi Prestasi Jember di Tingkat Nasional
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Dari Rowosari, Faroek Apresiasi Prestasi Jember di Tingkat Nasional
JEMBER, 1 OKTOBER 2026 – Camat Sumberjambe Umar Faroek, S.P. mengapresiasi prestasi Pemerintah Kabupaten Jember yang meraih penghargaan Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif 2026 dari KompasTV. Apresiasi tersebut disampaikan Faroek saat memberikan arahan kepada Pemerintah Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Rabu (30/9/2026).
Faroek menyampaikan, penghargaan tersebut patut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa. Menurutnya, kemajuan ekonomi kreatif tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda dalam mengembangkan berbagai potensi lokal.
“Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Jember mendapatkan apresiasi di tingkat nasional karena kepeduliannya terhadap inovasi ekonomi kreatif. Bagi kita di kecamatan dan desa, penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus menggali potensi yang ada di masyarakat. Anak-anak muda kita memiliki banyak kreativitas, dan pemerintah harus hadir memberikan ruang serta dukungan agar kreativitas itu bisa berkembang,” ujar Faroek.
Penghargaan Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif 2026 tersebut diberikan KompasTV dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-15 KompasTV bertajuk Indonesia B15A. Acara tersebut berlangsung di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, pada 9 September 2026.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Akhmad Helmi Lukman bersama Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah Kabupaten Jember Dima Akhyar yang hadir mewakili Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya daerah dalam mendorong inovasi ekonomi kreatif serta kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat dan generasi muda dalam mengembangkan potensi lokal.
Menurut Faroek, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi daerah dapat berkembang apabila pemerintah dan masyarakat memiliki semangat yang sama untuk berinovasi. Karena itu, capaian Kabupaten Jember di tingkat nasional tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi desa-desa untuk mulai mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing.
“Yang penting bukan hanya penghargaan yang kita terima, tetapi bagaimana semangat inovasi itu bisa sampai ke desa. Setiap desa pasti mempunyai potensi masing-masing. Ada produk masyarakat, ada pertanian, kerajinan, budaya, seni, dan tentu ada anak-anak muda yang memiliki kreativitas. Potensi seperti itu harus kita lihat dan kita dorong agar bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” lanjutnya.
Faroek menilai, desa memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif karena pemerintah desa berhubungan langsung dengan masyarakat. Perangkat desa dapat mengetahui berbagai kegiatan dan potensi yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk kreativitas anak muda yang selama ini mungkin belum mendapatkan ruang pengembangan yang cukup.
Karena itu, ia meminta perangkat Desa Rowosari untuk tidak hanya fokus pada urusan administrasi pemerintahan. Pemerintah desa juga diharapkan mampu melihat potensi ekonomi yang ada di masyarakat dan mendorong kegiatan produktif yang dapat berkembang sesuai dengan karakter wilayah.
“Tidak harus langsung membuat sesuatu yang besar. Kita mulai dari apa yang sudah ada di desa. Kalau ada anak muda yang punya kreativitas, kita dukung. Kalau ada produk masyarakat yang bagus, kita bantu supaya bisa berkembang. Pemerintah tidak harus mengerjakan semuanya, tetapi bagaimana pemerintah bisa menjadi fasilitator dan membuka ruang agar masyarakat bisa bergerak,” kata Faroek.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kreativitas yang dikembangkan secara konsisten dapat menghasilkan produk maupun kegiatan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Jember sendiri memiliki sejumlah potensi ekonomi kreatif yang telah dikenal luas. Salah satunya Jember Fashion Carnaval yang selama ini menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif daerah serta memberikan ruang bagi keterlibatan generasi muda, pelaku UMKM, dan berbagai sektor pendukung lainnya.
Faroek berharap pengalaman dan capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di Kecamatan Sumberjambe. Menurutnya, setiap wilayah tidak harus memiliki bentuk inovasi yang sama karena masing-masing desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda.
“Setiap desa tidak harus meniru desa lain. Yang penting kita melihat kekuatan sendiri. Apa yang menjadi keunggulan Rowosari, itu yang kita kembangkan. Pemerintah desa bersama masyarakat dan pemuda bisa duduk bersama, melihat apa yang bisa dikembangkan, kemudian kita koordinasikan dengan kecamatan maupun pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekonomi kreatif. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Begitu pula kreativitas masyarakat membutuhkan dukungan lingkungan dan ruang yang memungkinkan untuk berkembang.
“Kolaborasi ini yang harus kita bangun. Pemerintah memberikan dukungan dan ruang, masyarakat bergerak, anak-anak muda memberikan kreativitasnya. Kalau semuanya berjalan bersama, potensi lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” tuturnya.
Kepala Desa Rowosari Jamilah bersama seluruh perangkat desa mengikuti arahan tersebut. Pembahasan mengenai capaian Kabupaten Jember di bidang ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi pemerintah desa untuk lebih memperhatikan potensi masyarakat di wilayahnya.
Faroek berharap penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Jember tidak berhenti sebagai sebuah prestasi, tetapi menjadi pemacu untuk terus melahirkan inovasi baru. Menurutnya, ukuran keberhasilan inovasi pada akhirnya dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Penghargaan ini kita syukuri dan kita apresiasi. Tetapi setelah itu kita harus terus bergerak. Jangan berhenti karena sudah mendapatkan penghargaan. Justru ini menjadi penyemangat untuk menghasilkan inovasi berikutnya dan memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari perkembangan ekonomi kreatif tersebut,” pungkasnya.
Apresiasi tersebut menjadi bagian dari semangat Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. dalam mendorong inovasi, kreativitas, serta pengembangan potensi daerah. Dari tingkat kabupaten hingga desa, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda diharapkan terus diperkuat agar potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(wd)