Dari Sampah Jadi Bensin, Inovasi Desa Kencong Buka Harapan Baru Pengelolaan Sampah di Jember
- 04 Juni 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Dari Sampah Jadi Bensin, Inovasi Desa Kencong Buka Harapan Baru Pengelolaan Sampah di Jember
JEMBER, 04 JUNI 2026 – Tumpukan sampah plastik yang selama ini identik dengan pencemaran lingkungan ternyata dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat. Inovasi itulah yang menjadi perhatian Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kencong, Kecamatan Kencong, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kunjungan yang dilakukan oleh Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengolahan sampah plastik menjadi energi berbentuk bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DPRKPLH dalam mencari dan mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di masyarakat.
Setibanya di lokasi, rombongan DPRKPLH yang terdiri dari tiga staf bidang kebersihan dan peningkatan kapasitas lingkungan hidup disambut oleh Penjabat Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra K., S.P., M.M., bersama Mas Antok, pengelola sekaligus pelaku utama inovasi pengolahan sampah plastik menjadi BBM yang telah menjadi binaan Pemerintah Desa Kencong selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Di tengah area pengolahan yang sederhana namun tertata, para peserta kunjungan menyaksikan secara langsung bagaimana sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dipilah, diproses, dan diolah menggunakan teknologi pirolisis hingga menghasilkan bahan bakar cair yang menyerupai bensin. Proses tersebut menjadi bukti bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi.
Mas Antok menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin meningkatnya jumlah sampah plastik di lingkungan sekitar. Berbekal kemauan belajar dan dukungan dari Pemerintah Desa Kencong, ia terus mengembangkan metode pengolahan hingga mampu menghasilkan bahan bakar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Penjabat Kepala Desa Kencong, Thomas Heru Indra K., S.P., M.M., menyampaikan bahwa pemerintah desa berkomitmen mendukung inovasi-inovasi lingkungan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berbicara soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi DPRKPLH untuk melihat secara langsung potensi pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis masyarakat. Selain mengurangi timbulan sampah plastik, inovasi tersebut juga membuka peluang terciptanya nilai tambah dari limbah yang selama ini dianggap sebagai masalah.
Saat diwawancarai usai kegiatan, Mentik Diyah Andayani, S.H., selaku Koordinator TRC Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DPRKPLH Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan di Desa Kencong.
“Ini adalah contoh nyata bahwa sampah tidak selalu menjadi beban lingkungan. Dengan kreativitas, kemauan belajar, dan dukungan berbagai pihak, sampah plastik dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat. Kami berharap inovasi seperti ini dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Jember untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mentik.
Kunjungan tersebut meninggalkan pesan kuat bahwa masa depan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga pada inovasi. Dari Desa Kencong, sebuah harapan tumbuh bahwa sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan dapat bertransformasi menjadi energi, manfaat, dan peluang bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.