Operasi Pasar di Pasar Tanjung, Upaya Pemkab Jember Jaga Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
- 17 Maret 2026
- Dibaca 314 Kali
Bagikan Via:
Operasi Pasar di Pasar Tanjung, Upaya Pemkab Jember Jaga Harga Bahan Pokok Tetap Stabil
JEMBER, 17 MARET 2026 - Lonjakan kebutuhan selama bulan Ramadan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Perdagangan (Diskopumdag), operasi pasar kembali digelar di Pasar Tanjung, Selasa 17 Maret 2026, dan langsung disambut antusias warga yang berburu bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat. Di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan, operasi pasar dinilai efektif sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah.
Sejumlah komoditas penting disediakan dalam operasi pasar tersebut, di antaranya beras SPHP dan minyak goreng Minyakita. Kedua produk ini menjadi incaran utama warga karena merupakan kebutuhan dasar rumah tangga yang permintaannya meningkat selama Ramadan.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan dan Pengendalian Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
“Melalui operasi pasar ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menggelar operasi pasar secara rutin setiap hari kerja, mulai Senin hingga Jumat, dengan lokasi yang berpindah-pindah agar menjangkau lebih banyak masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga serta meringankan beban warga, khususnya menjelang Idulfitri.
Dengan konsistensi pelaksanaan operasi pasar, pemerintah optimistis tekanan harga dapat dikendalikan, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok. (adh)