Dari Santri Husada ke Guru Husada, Pembinaan Kesehatan Pesantren Jember Didorong Berkelanjutan
- 01 Oktober 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Dari Santri Husada ke Guru Husada, Pembinaan Kesehatan Pesantren Jember Didorong Berkelanjutan
JEMBER, 01 SEPTEMBER 2026 – Program pembinaan kesehatan di lingkungan pesantren Kabupaten Jember diarahkan agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Setelah program Santri Husada berjalan, penguatan berikutnya dilakukan melalui pengembangan Guru Husada sebagai bagian dari keberlanjutan pemberdayaan warga pesantren.
Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Jember, Rabu, 30 September 2026, di Aula Bawah Pemkab Jember.
Pertemuan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Jember melalui Bidang Kesehatan Masyarakat tersebut melibatkan Kementerian Agama Kabupaten Jember, Asisten I dan Asisten II Sekretariat Kabupaten Jember, akademisi, tokoh agama, serta OPD terkait.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Malik Afif, S.KM., M.Kes., mengatakan pemberdayaan pesantren perlu dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD. Masing-masing perangkat daerah dapat berkontribusi melalui program yang berkaitan dengan fasilitas maupun pengembangan pesantren.
“Pemberdayaan pesantren perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan OPD terkait yang memiliki program-program yang mendukung fasilitas dan pengembangan pesantren. Selanjutnya, program Santri Husada diharapkan dapat berkelanjutan melalui Guru Husada, sehingga pembinaan dapat berjalan secara kontinu oleh guru yang menetap di lingkungan pesantren,” katanya.
Pengembangan Guru Husada menjadi salah satu upaya menjaga kesinambungan pembinaan kesehatan di lingkungan pesantren. Keberadaan guru yang menetap di pesantren dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memastikan edukasi dan pemberdayaan kesehatan tetap berjalan.
Program tersebut juga sejalan dengan kebutuhan penguatan peran pesantren dalam membangun kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, OPD terkait, pesantren, akademisi, dan unsur lainnya, pembinaan kesehatan diharapkan dapat berkembang dari program yang bersifat kegiatan menjadi upaya yang berkelanjutan di lingkungan pesantren. (fam)