logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Data Review QI Collaborative Jember Fokus Perkuat Mutu Pelayanan Ibu dan Bayi

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
data-review-qi-collaborative-jember-fokus-perkuat-mutu-pelayanan-ibu-dan-bayi-20260813

Data Review QI Collaborative Jember Fokus Perkuat Mutu Pelayanan Ibu dan Bayi

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Kabupaten Jember bersama RISE melakukan data review capaian QI Collaborative untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat mutu pelayanan maternal dan neonatal.

Kegiatan berlangsung Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Puskesmas Kaliwates, Kabupaten Jember. Pertemuan diikuti perwakilan DinkesPPKB, RISE, Puskesmas Kaliwates, Puskesmas Mayang, RSD Kalisat, RSD dr. Soebandi, serta RSD Balung.

Data review dilakukan untuk melihat capaian program, mengidentifikasi kendala di fasilitas kesehatan, serta menentukan tindak lanjut perbaikan. Kegiatan ini juga menjadi persiapan menghadapi agenda data review bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DinkesPPKB Jember, Imam Firdausi, mengatakan hasil evaluasi QI Collaborative diharapkan dapat memberikan gambaran terkait kesiapan fasilitas kesehatan dalam mendukung pelayanan maternal dan neonatal.

“DinkesPPKB meminta bantu tim QI untuk hasil evaluasi di fasilitas kesehatan terkait alat dan layanan kesehatan untuk menunjang pelayanan puskesmas dan rumah sakit terutama dalam penanganan AKI, AKB dan juga stunting. SOP dan regulasi harus sesuai dengan aturan yang terbaru agar pelayanan bisa dilaksanakan dengan maksimal,” ujar Imam.

Evaluasi dilaksanakan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang membahas fokus pelayanan berbeda, yakni preeklamsia (PE), perdarahan pascapersalinan atau HPP, dan asfiksia.

Ketiga fokus tersebut menjadi perhatian penting dalam peningkatan mutu pelayanan maternal dan neonatal karena berkaitan dengan keselamatan ibu dan bayi. Melalui diskusi kelompok, peserta membahas capaian, kendala, kesiapan alat, layanan, penerapan SOP, serta kesesuaian pelaksanaan pelayanan dengan regulasi terbaru.

Hasil pembahasan kemudian menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan di masing-masing fasilitas kesehatan. Evaluasi berbasis data ini diharapkan tidak hanya menemukan persoalan, tetapi juga menghasilkan tindak lanjut yang dapat diterapkan secara nyata.

Selanjutnya, hasil data review tingkat kabupaten akan dipersiapkan untuk dibawa dalam data review bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendapatkan masukan terhadap upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi di Jember.

Melalui QI Collaborative, DinkesPPKB Jember bersama fasilitas kesehatan dan mitra terkait terus mendorong perbaikan pelayanan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung penanganan kasus berisiko, sekaligus berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Kabupaten Jember.(fam)

Galeri Foto