Demi Keselamatan dan Kelancaran Warga, Perbaikan Jalan Puger–Lojejer Siap Dilaksanakan
- 04 Desember 2025
- Dibaca 470 Kali
Bagikan Via:
Demi Keselamatan dan Kelancaran Warga, Perbaikan Jalan Puger–Lojejer Siap Dilaksanakan
Puger, Jember — Pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan paket preservasi Jalan Puger–Lojejer pada Selasa, 2 Desember 2025. Pertemuan ini diselenggarakan sebagai respons atas banyaknya aduan masyarakat melalui kanal Wadul Guse mengenai kondisi kerusakan jalan yang dinilai mengganggu aktivitas warga dan arus ekonomi di wilayah selatan Jember.
Rakor yang berlangsung di Aula Balai Desa Puger Kulon tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Dinas PUBMSDA Kabupaten Jember yang diwakili oleh Korwil Bina Marga, UPT PJJ Kabupaten Jember, Quality Konsultan, serta Pemerintah Kecamatan Puger yang diwakili oleh Kepala Seksi Umum dan Kepegawaian (Kasi Umpeg). Hadir pula Polsek Puger dan Polsek Wuluhan, perwakilan PT. Imasco Sement, serta Pemerintah Desa yang terdampak, yaitu Desa Puger Kulon, Puger Wetan, dan Lojejer.
Dalam pemaparannya, pihak BBPJN menjelaskan bahwa program ini berhasil masuk dalam skema Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun 2025 setelah melalui proses pengusulan dan verifikasi atas laporan warga. Berdasarkan jadwal, pelaksanaan perbaikan jalan akan dimulai pada 5 Desember 2025 dan berlangsung hingga 15 Desember 2025. Selama masa pengerjaan, akses jalan Puger–Lojejer akan ditutup total demi keamanan dan kelancaran pengerjaan.
Pihak kecamatan dan desa diminta menjalankan pola koordinasi yang solid untuk menginformasikan penutupan akses jalan kepada seluruh warga, termasuk penyediaan jalur alternatif. Langkah ini dinilai penting agar proses perbaikan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap kegiatan harian masyarakat, termasuk sektor ekonomi, perdagangan, dan mobilitas pekerja.
Dalam diskusi, sejumlah kepala desa dan kapolsek menyampaikan saran terkait rekayasa lalu lintas, keamanan lingkungan, serta pengaturan aktivitas warga di sekitar lokasi pekerjaan. Mereka menekankan pentingnya mitigasi agar penutupan akses tidak menghambat distribusi kebutuhan pokok maupun kegiatan usaha masyarakat setempat.
Rapat ditutup dengan pembacaan berita acara dan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai kesiapan pelaksanaan pekerjaan. Pemerintah berharap kolaborasi antarpihak dapat memastikan proses preservasi berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga di tiga desa yang selama ini terdampak kerusakan jalan.