logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Gumukmas

DESA KEPANJEN MENGADAKAN SOSIALISASI KETAHANAN PANGAN NABATI DAN HEWANI

  • 28 Desember 2024
  • Dibaca 1254 Kali
Bagikan Via:
desa-kepanjen-mengadakan-sosialisasi-ketahanan-pangan-nabati-dan-hewani

DESA KEPANJEN MENGADAKAN SOSIALISASI KETAHANAN PANGAN NABATI DAN HEWANI

DESA KEPANJEN MENGADAKAN SOSIALISASI KETAHANAN PANGAN NABATI DAN HEWANI

PPID_GUMUKMAS - Untuk meningkatkan ketahanan pangan desa dan memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sebagai sumber pangan, Pemerintah Desa Kepanjen Desa Kepanjen mengadakan Sosialisasi Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani di Pendopo Balai Desa Kepanjen, Selasa (24/12/2024).

Ketahanan pangan hewani dan nabati adalah program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan desa dan memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan sebagai sumber pangan. Program ini juga merupakan program yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi nomor 8 tahun 2022.

Secara garis besar, Sosialisasi kali ini difokuskan pada bimbingan teknis pembuatan pakan ternak baik sapi maupun kambing. Sebelumnya pelatihan langsung untuk pembuatan pakan ternak, para peserta sosialisasi diberikan paparan oleh narasumber dari Didik Eko Santoso Wakil Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) wilayah Jember. Dalam beternak, yang harus diperhatikan ada 7 disiplin Ilmu agar bisa Sukses dalam Usaha perkembangbiakan Ternak Sapi dan Kambing/Domba:

1. Perencanaan dan Analisa Usaha;

2. Kandang, sirkulasi udara dan dasar lantai harus diperhatikan luas dan kegunaan kandang, agar tumbuh kembang dan kesehatan ternak bisa terjamin;

3. Pemilihan Bibit, dalam pemilihan bibit harus diperhatikan agar tumbuh kembang ternak bisa maksimal;

4. Pakan; salah satu aspek penting dalam pemeliharaan ternak baik sapi maupun kambing, pakan yang baik dan bermutu akan mempercepat pertumbuhan ternak itu sendiri;

5. Identifikasi dan Recording, setiap peternak harus mengidentifikasi dan merecording berapa kebutuhan pakan, campuran pakan setiap harinya;

6. Memberi tanda ternak untuk memantau tumbuh kembang ternak itu sendiri dengan media eartag;

7. Panen, saat panen untuk sapi atau kambing potong harus benar-benar dipilih yang sudah masuk dalam timbangan sesuai berat yang ditentukan agar peternak tidak merugi.

Setelah penyampaian materi dari Mas Eko, kegiatan dilanjutkan oleh Mas Dani dalam Praktek Pembuatan Pakan Ternak, dalam praktek pembuatan pakan ternak kali ini untuk bahan campuran pembuatan pakan ternak dari rumput gajah, tebon digiling kemudian dicampur tetes, m4, dan konsentrat. Dalam mencampur tetes dan m4 harus disesuaikan dengan banyaknya tebon dan rumput gajah yang di giling, setelah itu baru konsentrat dicampurkan, kemudian semua bahan tersebut diaduk biar rata, setelah rata baru dimasukkan ke bungkus plastik untuk disimpan. Plastik harus dipastikan tidak bocor agar pada saat fermentasi di tumbuh jamur.

Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 sd 12.30 WIB, selain peserta pelatihan sekitar 50 orang dari gapoktan Desa Kepanjen, kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Gumukmas (Nino Eka Putra, S.STP, M.Si), Kepala Desa Kepanjen (Sukhamid), Ketua BPD Desa Kepanjen (H. Imam Mukhlas), Pendamping Desa (Nur Lely), Pendamping Lokal Desa 3 orang (Ali Sadikin, Benny dan M. Qosim), Babinsa Kepanjen (Serma I Made Kari), Babinkamtibmas Kepanjen (Bripka Amin Taufik) dan Trantibum Kepanjen (M. Rosidi).

Camat Gumukmas "Nino" mengatakan dalam sambutannya "diharapkan dengan adanya kegiatan Sosialisasi/Rapat tentang Ketahanan Pangan Nabati dan Hewani ini bisa memberikan manfaat bagi para peserta sosialisasi, untuk ketahanan pangan Nabati kalau di wilayah perdesaan tidak mungkin kekurangan, karena lahan yang masih luas seperti pekarangan baik depan, samping dan belakang rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam pangan Nabati. Selain itu dari limbah pangan nabati itu pun bisa dijadikan pakan ternak yang merupakan sumber pangan hewani", ucapnya.

Harapannya dengan adanya kegiatan ini, para peserta bisa menyalurkan ilmu kepada masyarakat sekitarnya tentang pentingnya menjaga ketahanan pangan nabati dan hewani. Serta bisa membimbing masyarakat sekitar dalam beternak yang baik dan tidak mengandalkan rumput saja, perlu adanya inovasi agar tumbuh kembang hewan bisa lebih cepat dan subur, sesuai dengan tujuh disiplin ilmu dalam beternak.

by -mazdie-