logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinkes PPKB Jember Bahas Optimalisasi Pelayanan Obat Program Rujuk Balik di Puskesmas

  • 08 Agustus 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
dinkes-ppkb-jember-bahas-optimalisasi-pelayanan-obat-program-rujuk-balik-di-puskesmas-20260810

Dinkes PPKB Jember Bahas Optimalisasi Pelayanan Obat Program Rujuk Balik di Puskesmas

JEMBER, 08 AGUSTUS 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember menggelar rapat persiapan pelaksanaan pelayanan obat Program Rujuk Balik (PRB) di ruang farmasi Puskesmas, Jumat 07 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Jember tersebut diikuti perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Jember serta kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Jember.

Rapat digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui optimalisasi pelaksanaan Program Rujuk Balik, khususnya dalam pelayanan obat bagi peserta PRB di tingkat Puskesmas.

Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai persiapan pelaksanaan pelayanan obat PRB, mulai dari mekanisme pelayanan, ketersediaan obat, hingga koordinasi dengan apotek yang telah bekerja sama dalam penyediaan obat PRB.

Selain itu, pembahasan juga mencakup alur pelayanan pasien agar proses pemberian obat dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berbagai kendala yang selama ini ditemui dalam pelayanan obat PRB turut menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi bersama.

Perwakilan Dinkes PPKB Jember, Bambang, memberikan masukan terkait pentingnya pencatatan dan evaluasi kebutuhan obat secara berkala. Menurutnya, pencatatan tersebut diperlukan untuk mengetahui jenis obat yang paling banyak dibutuhkan maupun obat yang penggunaannya relatif rendah.

“Melakukan pencatatan terhadap obat-obat dalam PKS sebelumnya yang merupakan kategori obat yang lebih banyak dibutuhkan dan mana obat yang jarang dibutuhkan, agar kelebihan obat-obatan tidak menumpuk sampai kedaluwarsa seperti pada pemusnahan obat-obat kedaluwarsa kemarin,” ujar Bambang.

Ia menekankan, pemetaan kebutuhan obat dapat menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya penumpukan stok yang berpotensi tidak terpakai hingga melewati masa kedaluwarsa.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinkes PPKB Jember bersama BPJS Kesehatan dan seluruh Puskesmas diharapkan memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan pelayanan obat PRB. Koordinasi lintas pihak juga dinilai penting untuk memastikan ketersediaan obat sesuai kebutuhan pasien.

Optimalisasi pelayanan PRB di tingkat Puskesmas diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan lanjutan secara rutin, khususnya dalam memperoleh obat sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program.

Dengan adanya evaluasi terhadap mekanisme pelayanan, ketersediaan obat, alur pasien serta berbagai kendala yang ditemukan di lapangan, pelaksanaan Program Rujuk Balik di Kabupaten Jember diharapkan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (fam)

Galeri Foto