Dinkes PPKB Jember Evaluasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Arjasa, Pastikan Layanan Kesehatan Makin Cepat dan Terintegrasi
- 13 Juni 2026
- Dibaca 33 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Evaluasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Arjasa, Pastikan Layanan Kesehatan Makin Cepat dan Terintegrasi
JEMBER, 13 JUNI 2026 - Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember melakukan monitoring dan evaluasi (monev) implementasi Sistem Informasi Kesehatan (Simkes) berbasis Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Arjasa, Jumat 12 Juni 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan transformasi digital layanan kesehatan berjalan efektif dan mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan monev dipimpin Penanggung Jawab Simkes Dinkes PPKB Jember, Deky Cahyono, bersama tim sosialisasi RME SIMKES. Evaluasi difokuskan pada pemanfaatan sistem di tingkat puskesmas, termasuk kesesuaian penggunaan rekam medis elektronik dengan standar pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.
Tim Dinkes meninjau langsung penerapan Simkes di sejumlah unit layanan, mulai dari Poli Umum, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Unit Gawat Darurat (UGD), hingga layanan lain yang telah terintegrasi dengan sistem digital. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan alur pelayanan berjalan selaras dengan sistem, sekaligus menjamin pencatatan data kesehatan dilakukan secara akurat dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, evaluasi juga mencakup kelengkapan data, konsistensi penginputan, serta pemanfaatan fitur-fitur Simkes dalam mendukung pelayanan dan pelaporan kesehatan. Data yang akurat dinilai menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Proses monitoring berlangsung secara interaktif. Petugas pengelola Simkes dan tenaga kesehatan dari berbagai unit layanan dilibatkan dalam diskusi, sesi tanya jawab, serta penyampaian masukan terkait kendala maupun kebutuhan pengembangan sistem di lapangan.
Deky Cahyono mengatakan transformasi digital kesehatan tidak sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi tersebut mampu mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.
"Transformasi digital kesehatan tidak hanya berbicara tentang penggunaan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu mendukung pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi. Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin memastikan Simkes berbasis Rekam Medis Elektronik benar-benar dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Menurut Deky, masukan dari tenaga kesehatan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan sistem agar semakin sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Karena itu, kegiatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pendampingan dan penguatan kapasitas pengelola layanan kesehatan.
Dinkes PPKB Jember berharap implementasi Simkes berbasis RME di seluruh puskesmas semakin optimal dan terintegrasi. Penguatan sistem informasi kesehatan dinilai menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ken)