Pawai Obor Jadi Ekspresi Baru Takbiran Generasi Muda di Gebang, Pemkel Jaga Ketertiban dan Keamanan
- 20 Maret 2026
- Dibaca 392 Kali
Bagikan Via:
Pawai Obor Jadi Ekspresi Baru Takbiran Generasi Muda di Gebang, Pemkel Jaga Ketertiban dan Keamanan
JEMBER, 20 MARET 2026 - Ratusan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna RW 12 Lingkungan Kedawung, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, memilih merayakan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah dengan cara berbeda.
Mereka tidak sekadar menggelar takbir keliling, tetapi juga menghadirkan pawai obor yang dipadukan dengan irama musi Patrol musik khas Kabupaten Jember, menciptakan suasana hangat sekaligus semarak di sepanjang jalan kampung.
Sekitar 300 warga yang didominasi anak muda, baik laki-laki maupun perempuan, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Dengan membawa obor menyala, para peserta berjalan kaki menyusuri jalan raya kelurahan sejauh lebih dari tiga kilometer.
Cahaya api yang bergoyang mengikuti langkah kaki berpadu dengan gema takbir yang dilantunkan berulang-ulang, menghadirkan suasana syahdu di tengah malam kemenangan. Dari kejauhan, barisan obor tampak seperti aliran cahaya yang bergerak perlahan menyusuri permukiman warga.
Iringan musik Patrol sederhana yang dibawa peserta menambah semarak, tanpa menghilangkan nuansa religius sebagai inti perayaan. Tradisi yang dikemas dengan sentuhan kreatif ini menjadi penanda bahwa ekspresi keberagamaan dapat berjalan seiring dengan dinamika generasi muda.
Hasan, salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti pawai tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi cara anak muda untuk menjaga tradisi takbiran dengan pendekatan yang lebih menarik.
“Selain untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, ini juga menjadi ajang kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda mampu menghadirkan kegiatan positif tanpa meninggalkan nilai-nilai religius,” ujarnya di sela kegiatan, Jumat 20 Maret 2026.
Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran cara generasi muda dalam memaknai tradisi. Takbir keliling tidak lagi sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga ruang ekspresi sosial yang memperkuat solidaritas dan kebersamaan warga setelah menjalani ibadah puasa selama 30 hari.
Lurah Gebang, Nanang, melalui Sekretaris Kelurahan Ketut yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga. Ia menilai kegiatan semacam ini mampu menjaga keberlangsungan tradisi di tengah perubahan zaman, sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Malam itu, gema takbir tidak hanya menjadi penanda datangnya Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga menjelma simbol kebersamaan yang menyatukan warga Kedawung dalam cahaya obor dan langkah yang seirama. (yud)