logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

Sinergi Lintas Sektor di Ajung, Datangi Rumah Ibu Hamil Berisiko Tinggi demi Cegah Komplikasi

  • 23 Juli 2026
  • Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
sinergi-lintas-sektor-di-ajung-datangi-rumah-ibu-hamil-berisiko-tinggi-demi-cegah-komplikasi-20260725

Sinergi Lintas Sektor di Ajung, Datangi Rumah Ibu Hamil Berisiko Tinggi demi Cegah Komplikasi

JEMBER, 23 JULI 2026 - Sinergi lintas sektor di tingkat Desa dan Kecamatan Ajung kembali ditunjukkan dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Dalam aksi jemput bola yang hangat, jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) bersama pemangku kepentingan desa mendatangi langsung kediaman seorang ibu hamil (bumil) dengan riwayat kandungan berisiko tinggi (risti) pada Rabu, 22 Juli 2026.

Aksi tanggap ini dipimpin langsung oleh Camat Ajung, Muhammad Sifak Beni, dengan didampingi Kepala Desa (Kades), Bhabinkamtibmas, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Kepala Puskesmas, para tenaga kesehatan (nakes), Kepala Dusun (Kasun), serta kader Posyandu setempat. Kehadiran lintas elemen ini bertujuan untuk memberikan pembinaan, edukasi, dan pendampingan persuasif agar sang ibu berkenan melakukan pemeriksaan ulang secara komprehensif di fasilitas kesehatan.

Kunjungan rumah (home visit) ini berawal dari laporan rutin kader Posyandu dan nakes desa yang menemukan indikasi masalah kesehatan pada masa kehamilan salah satu warga. Ibu hamil tersebut sempat ragu memeriksakan kembali kondisinya, meskipun hasil pemantauan awal menunjukkan adanya faktor risiko yang membutuhkan penanganan medis spesialis maupun penanganan lebih lanjut dari Puskesmas.

Camat Ajung, Muhammad Sifak Beni, menegaskan bahwa keselamatan ibu hamil dan calon bayi merupakan prioritas bersama. Kehadiran jajaran pemerintahan hingga tingkat dusun menjadi bukti komitmen kuat bahwa negara dan masyarakat hadir mendampingi warga yang berada dalam kondisi rentan.

"Kami datang untuk memberikan dorongan moral dan memastikan Ibu mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan aman. Kehamilan berisiko tinggi memerlukan perhatian ekstra dari tim medis, dan kami ingin memastikan proses persalinan kelak berjalan lancar serta selamat," ujar Muhammad Sifak Beni di sela-sela dialog bersama pihak keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas bersama tim nakes memberikan penjelasan medis secara terperinci namun mudah dipahami. Mereka mengedukasi tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan berkala (Antenatal Care/ANC), pengenalan tanda bahaya kehamilan, serta deteksi dini untuk mencegah komplikasi serius saat persalinan.

Ketua TP PKK Desa dan kader Posyandu turut mengambil peran sentral melalui pendekatan keibuan yang persuasif. Langkah ini bertujuan untuk meredakan rasa cemas maupun ketakutan sang ibu hamil dalam menghadapi tindakan medis.

Di sisi lain, kehadiran Bhabinkamtibmas dan Kepala Dusun memberikan rasa aman sekaligus menegaskan keharmonisan di lingkungan warga. Bhabinkamtibmas menyampaikan bahwa keamanan masyarakat tidak hanya berfokus pada ketertiban umum, tetapi juga mencakup kesejahteraan dan kesehatan warga.

Atas kepekaan para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak di tingkat basis, Kepala Desa memberikan apresiasinya. Pihaknya berjanji akan terus mengalokasikan dukungan program desa untuk penguatan kesehatan ibu dan anak, guna mencegah stunting serta kasus kematian ibu dan bayi di wilayahnya.

Aksi jemput bola ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara birokrasi, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan kader swadaya masyarakat mampu menciptakan sistem perlindungan sosial yang tangguh di tingkat akar rumput. Langkah inovatif dan humanis ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi wilayah lain dalam mengawal kesehatan ibu hamil. (ar)

Galeri Foto