Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Kelurahan Tegalgede Petakan Tiga Potensi Bencana di Krajan Timur
- 17 Juni 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Kelurahan Tegalgede Petakan Tiga Potensi Bencana di Krajan Timur
JEMBER, 17 JUNI 2026 – Langkah preventif terus dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, dalam meminimalisasi dampak bencana alam. Rabu siang, 17 Juni 2026, pihak kelurahan bersama tim gabungan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan berkala di area permukiman warga. Hasilnya, kawasan Lingkungan Krajan Timur diidentifikasi memiliki kerawanan terhadap tiga jenis bencana sekaligus.
Kegiatan pemetaan yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah ST MM. Turut mendampingi Kasi PMKS Suliman S.Sos, Ketua Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Sudarmawan, serta 14 personel anggota Keltana. Berdasarkan hasil penyisiran dan analisis geografis di wilayah Krajan Timur, tim menemukan adanya potensi kerawanan tinggi terhadap bencana banjir, angin puting beliung, serta kekeringan saat memasuki musim kemarau.
Shierley Aisyah mengungkapkan bahwa pemetaan ini sangat krusial agar pemerintah dan relawan memiliki kesamaan data titik koordinat yang akurat. Dengan mengetahui titik rawan secara spesifik melalui bantuan GPS, respons penanganan saat terjadi situasi darurat dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur.
"Hari ini, teman-teman relawan Keltana Kelurahan Tegalgede melakukan pemetaan langsung di lapangan untuk menandai area rawan bencana. Gunanya agar kita bisa dengan mudah memetakan wilayah mana saja yang memang membutuhkan atensi lebih. Ketika data titik lokasi ini sudah terkunci, maka saat terjadi bencana, mobilisasi bantuan maupun tindakan evakuasi akan jauh lebih mudah," ujar Shierley saat ditemui di sela-sela peninjauan lapangan.
Selain memetakan kerawanan, tim gabungan juga merumuskan sejumlah solusi dan kebutuhan mendesak yang akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait. Untuk mengantisipasi banjir, perbaikan saluran drainase menjadi prioritas utama, ditambah dengan pemangkasan pohon secara berkala guna mengeliminasi risiko pohon tumbang akibat angin puting beliung.
Sementara untuk mengatasi potensi kekeringan, warga membutuhkan sarana prasarana penunjang serta pembangunan sumur bor baru. Seluruh rangkaian kegiatan pemetaan lapangan tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. (sar)