Dinkes PPKB Jember Intensifkan Supervisi Fasilitatif, Perkuat Program Gizi dan KIA untuk Percepat Penurunan AKI, AKBa, dan Stunting
- 11 Juni 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Intensifkan Supervisi Fasilitatif, Perkuat Program Gizi dan KIA untuk Percepat Penurunan AKI, AKBa, dan Stunting
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui kegiatan Koordinasi Supervisi Fasilitatif Program Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Puskesmas Bangsalsari pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinkes PPKB Kabupaten Jember untuk memastikan pelaksanaan program gizi dan KIA berjalan optimal di fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui supervisi fasilitatif, berbagai aspek pelaksanaan program dievaluasi sekaligus diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kapasitas petugas kesehatan, memperkuat kualitas pencatatan dan pelaporan, serta memastikan pelayanan diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, tim Dinkes PPKB Kabupaten Jember melakukan koordinasi dan diskusi bersama pengelola program di Puskesmas Bangsalsari terkait pelaksanaan layanan KIA dan gizi, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Farida Hary Anggraini, S.ST., Penelaah Teknis Kebijakan sekaligus penanggung jawab Program Gizi pada Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes PPKB Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa pencatatan dan pelaporan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung keberhasilan program kesehatan ibu dan anak.
"Pencatatan dan pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai proses pengumpulan, pencatatan, dan analisis data pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi dan balita merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk memantau kesehatan sasaran dan mengevaluasi efektivitas program pelayanan di fasilitas kesehatan," jelas Farida.
Menurutnya, data yang tercatat dan terlaporkan dengan baik akan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, serta evaluasi program kesehatan. Oleh karena itu, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan menjadi salah satu fokus dalam kegiatan supervisi fasilitatif yang dilaksanakan di tingkat puskesmas.
Melalui koordinasi supervisi fasilitatif ini, Dinkes PPKB Kabupaten Jember memperkuat mutu, efektivitas, dan jangkauan pelayanan program KIA dan gizi melalui pembinaan serta pendampingan berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Balita (AKBa), dan prevalensi stunting di Kabupaten Jember.
Melalui penguatan program yang dilakukan secara berkelanjutan, Dinkes PPKB Kabupaten Jember berharap kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan balita semakin meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (ken)