logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dinkes PPKB Jember Tinjau Pelaksanaan Dashat di Tempurejo, Dorong Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia

  • 25 Juni 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
dinkes-ppkb-jember-tinjau-pelaksanaan-dashat-di-tempurejo-dorong-pemenuhan-gizi-anak-sesuai-usia-20260626

Dinkes PPKB Jember Tinjau Pelaksanaan Dashat di Tempurejo, Dorong Pemenuhan Gizi Anak Sesuai Usia

JEMBER, 25 JUNI 2026 - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember turut melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang digelar di Aula Kecamatan Tempurejo, Selasa 23 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan makanan bergizi berbasis pangan lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan anak pada setiap kelompok usia.

Pelaksanaan Dashat di Kecamatan Tempurejo dihadiri oleh lima perwakilan kader, para penyuluh keluarga berencana, Ahli Gizi dari Puskesmas Curah Nongko dan Puskesmas Tempurejo serta mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Kecamatan Tempurejo.

Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda, S.STP., M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tempurejo Ika Sulistiyawati, SKM., M.Kes., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, Dinkes PPKB Kabupaten Jember juga turun langsung untuk melihat jalannya kegiatan dan memastikan edukasi kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Kader, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, dan Tim Penggerak PKK memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu dan anak guna menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Adzim Baidowi, S.H., menyampaikan materi mengenai tujuan pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, Dashattidak hanya mengajarkan cara mengolah makanan bergizi, tetapi juga mendorong keluarga untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh guna memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, balita, dan anak.

“Melalui Program Dashat, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader agar dapat menjadi agen edukasi di masyarakat. Harapannya, kader tidak hanya memahami cara mengolah menu bergizi sesuai usia anak, tetapi juga mampu menyampaikan kembali informasi tersebut kepada keluarga berisiko stunting di wilayah masing-masing,” ujar Adzim Baidowi.

"Dengan pemanfaatan pangan lokal yang bergizi dan mudah diperoleh, kami berharap masyarakat dapat menerapkan pola makan sehat secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting," tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi terkait pemberian makanan bergizi sesuai kelompok usia anak. Menu yang diperkenalkan antara lain bubur ayam sayur untuk bayi usia 6 hingga 8 bulan, semur hati ayam untuk anak usia 9 hingga 11 bulan, serta sup ikan dan sayur kol untuk anak usia 12 hingga 23 bulan.

Menu-menu tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang baik dan mudah dibuat menggunakan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Dashat, Dinkes PPKB Kabupaten Jember berharap para kader dan keluarga sasaran dapat menerapkan pola pemberian makan yang sesuai dengan usia anak sehingga kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara optimal.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan Tim Penggerak PKK diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting serta mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting di Kabupaten Jember.

Galeri Foto