logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN DORONG PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK PERIKANAN DI KABUPATEN JEMBER

  • 25 Juni 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
diversifikasi-olahan-ikan-dorong-peningkatan-nilai-tambah-produk-perikanan-di-kabupaten-jember-20260625

DIVERSIFIKASI OLAHAN IKAN DORONG PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK PERIKANAN DI KABUPATEN JEMBER

Jember 25 Juni 2026 – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Diversifikasi dan Pengembangan Produk Bernilai Tambah bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Jember pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha perikanan dalam mengembangkan produk olahan yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus mendorong peningkatan daya saing produk perikanan lokal di pasar yang semakin kompetitif.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember, Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si., Kepala Bidang Perikanan DKPPP Kabupaten Jember M. Adi Selamet, S.Pi., M.Pi., Tim DKP Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Staf Jabatan Fungsional Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Indra Aristyan, serta pemateri praktik pengolahan ikan Angga Wira Perdana.
Peserta kegiatan berasal dari tiga Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar), yaitu Poklahsar Wirajaya Kecamatan Mumbulsari, Poklahsar Duta Tuna Kecamatan Puger, dan Poklahsar Abbasy Kecamatan Bangsalsari. Ketiga kelompok tersebut merupakan pelaku usaha yang aktif mengembangkan produk olahan berbahan baku ikan dan menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis sektor perikanan.
Dalam sambutannya, Sekretaris DKPPP Kabupaten Jember Asrah Joyo Widono menyampaikan bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi perikanan yang sangat besar, khususnya di wilayah selatan yang dikenal sebagai kawasan pesisir dan sentra perikanan. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui inovasi pengolahan agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi masyarakat.
“Kalau kita lihat ke daerah selatan, di daerah itu adalah daerah kelautan dimana ada budidaya ikan air tawar maupun ikan hasil laut. Tentunya itu juga adalah potensi yang luar biasa yang perlu untuk ditingkatkan,” ujarnyapada Rabu, 24 Juni 2026.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan tiga pilar kebijakan utama dalam mendukung pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan. “Pertama, mendorong UMKM membuat produk turunan inovatif bernilai tinggi seperti kaki naga, nugget, otak-otak bandeng, siomay hingga abon ikan premium. Kedua, memfasilitasi kepemilikan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) serta sertifikasi halal demi menjaga kepercayaan konsumen. Ketiga, penyediaan bantuan fasilitas desain label kemasan yang representatif dan berstandar ritel modern untuk meningkatkan nilai jual produk,” tegas Asrah.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DKPPP Kabupaten Jember M. Adi Selamet memaparkan materi mengenai kebijakan daerah dalam mendukung diversifikasi produk olahan ikan. Ia menjelaskan bahwa hilirisasi sektor perikanan melalui pengembangan produk bernilai tambah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar produk perikanan lokal.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung pengolahan ikan yang dipandu oleh Angga Wira Perdana. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah ikan tongkol menjadi berbagai produk bernilai tambah, yaitu abon ikan tongkol dan bakso ikan tongkol.
Saat membuka sesi praktik, Angga menjelaskan bahwa Kabupaten Jember memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Untuk komoditas perikanan di Kabupaten Jember sangat banyak sekali. Itu bisa diolah menjadi produk-produk turunannya. Untuk menyingkat waktu, kita akan praktik dan kita tanya jawab sambil praktik,” jelasnya.
Metode pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik secara langsung mendapat respons positif dari peserta. Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik pengolahan, peserta juga mendapatkan wawasan terkait standar mutu produk, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk memperluas jangkauan pasar.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, DKP Provinsi Jawa Timur turut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada masing-masing kelompok peserta. Bantuan yang diberikan meliputi satu unit freezer berkapasitas 200 liter, satu unit continuous band sealer, dua unit food processor, satu unit spinner, dua unit kompor gas dua tungku, dan dua unit selang kompor.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kelompok pengolah hasil perikanan sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas, higienis, dan berdaya saing. Dengan dukungan peralatan yang memadai, kelompok pengolah diharapkan semakin terdorong untuk menciptakan inovasi produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melalui kegiatan diversifikasi dan pengembangan produk bernilai tambah ini, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pelaku usaha perikanan diharapkan semakin kuat dalam mendorong kemajuan sektor perikanan Kabupaten Jember. Pengembangan produk olahan yang inovatif, didukung oleh sertifikasi mutu dan kemasan yang menarik, diyakini akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat posisi produk perikanan Jember di pasar regional maupun nasional.(ran)

Galeri Foto