logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

DKPPP Jember Dorong Kemandirian Pakan Lokal Pasca-Penyaluran Bantuan Ayam Petelur di Desa Suco Berakhir

  • 28 Agustus 2026
  • Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
dkppp-jember-dorong-kemandirian-pakan-lokal-pasca-penyaluran-bantuan-ayam-petelur-di-desa-suco-berakhir-20260829

DKPPP Jember Dorong Kemandirian Pakan Lokal Pasca-Penyaluran Bantuan Ayam Petelur di Desa Suco Berakhir

JEMBER, 28 AGUSTUS 2026 - Penyaluran pakan bantuan bagi penerima manfaat program ayam petelur di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki tahap akhir pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember mulai menyiapkan rencana pemuatan pakan alternatif berbasis sumber daya lokal bersama pemerintah desa setempat.

Pendampingan dan pemantauan penyaluran pakan tahap akhir tersebut disalurkan kepada 40 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Langkah ini dinilai krusial, mengingat tantangan terbesar pemeliharaan ternak skala rumah tangga terletak pada keberlanjutan pasokan pakan setelah masa bantuan pemerintah usai.

Petugas Bidang Peternakan DKPPP Kabupaten Jember, Amelia Rahmawaty Santoso, menjelaskan bahwa skema bantuan pakan tidak dirancang untuk ketergantungan jangka panjang. Menurutnya, pendampingan teknik pemeliharaan dan efisiensi manajemen ternak diberikan agar produktivitas telur tetap terjaga.

"Bantuan pakan ini diharapkan menjadi modal awal untuk mendukung keberlangsungan pemeliharaan. Oleh karena itu, pendampingan manajemen pemeliharaan terus diperkuat agar penerima manfaat siap mengelola usahanya secara berkelanjutan," ujar Amelia.

Sebagai langkah tindak lanjut, Amelia mengungkapkan, DKPPP Kabupaten Jember berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, untuk merancang formulasi pakan alternatif.

Ketergantungan pada pakan pabrikan, kata Amelia, kerap menekan margin keuntungan peternak cilik saat harga pakan melambung. Melalui pengembangan pakan alternatif berbasis bahan lokal, warga diharapkan mampu menekan biaya produksi secara mandiri, hingga dapat meningkatkan margin keuntungan.

Strategi ini menempatkan pemerintah desa sebagai pilar utama pembinaan berkesinambungan. Selain menjamin kecukupan gizi ternak, inovasi pakan lokal diproyeksikan membentuk kelompok usaha peternakan mandiri di Desa Suco, sehingga rantai produksi telur lokal tidak terputus di tengah jalan. (ran)

Galeri Foto