DKPPP Jember Dukung Pengembangan Inovasi Pakan Unggas Berbasis Sumber Daya Lokal
- 16 Oktober 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
DKPPP Jember Dukung Pengembangan Inovasi Pakan Unggas Berbasis Sumber Daya Lokal
JEMBER – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Model Bioindustri Pakan Unggas Anti Heat Stress Berbasis Limbah dan Sumber Daya Lokal untuk Ketahanan Pangan dan Adaptasi Perubahan Iklim, Rabu (14/10/2026), di Hotel Bintang Mulia Jember.
Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Universitas Lumajang melalui program Research Grant Bank Indonesia (RGBI) Tahun 2026 ini melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, peternak, penyuluh, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan dari wilayah Tapal Kuda. DKPPP Kabupaten Jember diwakili Kepala Bidang Peternakan, drh. Elok Kristanti.
Ketua Tim Peneliti, Dr. Rusli Tonda, S.Pt., M.Agr., menjelaskan bahwa penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan model bioindustri pakan unggas dengan memanfaatkan limbah, hasil samping pertanian, dan sumber daya lokal sebagai alternatif bahan baku pakan.
“Pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku pakan memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Namun, pengembangannya perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan, kontinuitas pasokan, kualitas, keamanan, serta kelayakan biaya pengolahan dan transportasi,” jelasnya.
Dalam pemaparan hasil sementara, penelitian telah melibatkan 130 peternak unggas dari target 200 responden di wilayah Tapal Kuda. Sebanyak 43 responden berasal dari Kabupaten Jember. Data tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan informasi untuk memperkuat analisis kondisi peternakan dan potensi pengembangan pakan berbasis sumber daya lokal.
Melalui FGD, peserta mendiskusikan validasi temuan penelitian, potensi bahan baku lokal, rantai pasok, teknologi pengolahan, penerapan prinsip circular bioeconomy, serta kebutuhan kemitraan dan pembiayaan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah dan hasil samping menjadi sumber daya bernilai tambah.
Bagi Kabupaten Jember, hasil diskusi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah pengembangan inovasi pakan unggas yang sesuai dengan potensi daerah. Pengembangannya tetap memerlukan kajian teknis dan ekonomis, dukungan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peternak, dan pelaku usaha.
Melalui sinergi lintas sektor, inovasi pakan berbasis sumber daya lokal diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan, memperkuat adaptasi terhadap perubahan iklim, dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.(ran)