Spesifikasi Tepat Jadi Kunci Optimalnya Irigasi Perpompaan untuk Petani
- 16 Juli 2026
- Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
Spesifikasi Tepat Jadi Kunci Optimalnya Irigasi Perpompaan untuk Petani
JEMBER, 16 JULI 2026 - Infrastruktur irigasi perpompaan tidak cukup hanya dibangun. Agar mampu mengalirkan air secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang, setiap komponen harus disesuaikan dengan kondisi lapangan serta memenuhi standar teknis. Pemahaman inilah yang ditekankan dalam Bimbingan Teknis Irigasi Perpompaan Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember di Aula DTPHP, Kamis, 16 Juli 2026.
Kegiatan yang dipimpin Analis Prasarana dan Sarana Pertanian, Joko Nur Cahyo, S.Tp. tersebut membekali peserta mengenai tahapan pembangunan irigasi perpompaan, mulai dari penentuan sumber air, pengeboran sumur, pemilihan material, hingga sistem distribusi air agar infrastruktur yang dibangun benar-benar berfungsi sesuai kebutuhan petani.
Joko menegaskan bahwa penggunaan material harus mengutamakan kualitas, terutama pada bagian yang sulit diperbaiki setelah pekerjaan selesai. "Spek pipa kalau untuk casing itu harus AW. Saya tidak menyebut merek, mereknya apa saja silakan, tapi harus AW. Kenapa? Ora kempos, Pak," ujarnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa spesifikasi pompa harus disesuaikan dengan kondisi sumber air maupun kapasitas listrik yang tersedia. Menurutnya, pemilihan peralatan yang tepat akan berpengaruh terhadap kemampuan sistem dalam mengairi lahan pertanian.
Apabila jaringan listrik PLN belum memungkinkan, peserta juga diarahkan untuk memanfaatkan alternatif lain, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) maupun bahan bakar minyak. "Kalau memang tidak bisa, jangan dipaksakan PLN. Masih ada alternatif pakai PLTS, masih ada alternatif pakai solar atau BBM lain," jelasnya.
Tak hanya itu, peserta juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya survei geolistrik sebelum pengeboran sumur dalam, efisiensi pembangunan rumah panel dan rumah pompa sesuai kebutuhan, serta penggunaan jaringan distribusi pipa untuk mengurangi kehilangan air selama penyaluran.
Melalui bimbingan teknis ini, DTPHP Kabupaten Jember mendorong agar pembangunan irigasi perpompaan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang efisien, tahan lama, dan mampu mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian secara berkelanjutan. (fan)