Dongkrak Ekonomi Daerah, Forprov III KORMI Jatim Diproyeksikan Tingkatkan Omzet UMKM Jember
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Dongkrak Ekonomi Daerah, Forprov III KORMI Jatim Diproyeksikan Tingkatkan Omzet UMKM Jember
JEMBER, 11 OKTOBER 2026 — Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) III Jawa Timur tahun 2026 di Kabupaten Jember tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan unjuk prestasi olahraga masyarakat, tetapi juga diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Jember bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Jember berupaya mengoptimalkan penyelenggaraan event tersebut agar memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi.
Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam podcast “Dialog Sketsa Olahraga” bersama RRI Jember, yang menghadirkan Ketua KORMI Jawa Timur, Ketua KORMI Kabupaten Jember, anggota KORMI, serta pengamat olahraga. Diskusi ini mengangkat berbagai perspektif mengenai penyelenggaraan Forprov III Jatim, mulai dari kesiapan kompetisi, target prestasi, hingga peluang pengembangan ekonomi masyarakat melalui kegiatan olahraga berskala provinsi.
Kehadiran para penggiat olahraga, ofisial, pendamping, dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur dinilai dapat membuka peluang transaksi ekonomi yang lebih luas. Pergerakan peserta selama pelaksanaan kegiatan berpotensi meningkatkan permintaan terhadap kebutuhan konsumsi, akomodasi, transportasi, serta produk unggulan lokal.
Ketua KORMI Kabupaten Jember, H. Tri Basuki, menegaskan bahwa keberhasilan Forprov III Jatim tidak semata-mata diukur dari kelancaran penyelenggaraan dan pencapaian prestasi atlet olahraga masyarakat. Lebih dari itu, event tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jember.
“Salah satu tujuan utama kita adalah sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Namun, di luar arena pertandingan, keberadaan Forprov III ini harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Kedatangan tamu dari berbagai daerah di Jawa Timur merupakan peluang yang sangat potensial bagi pelaku usaha kuliner, penginapan, dan produsen kerajinan asli Jember,” ungkap Tri Basuki.
Menurutnya, kegiatan olahraga berskala provinsi memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi apabila dikelola dengan perencanaan yang matang dan melibatkan berbagai sektor. Karena itu, kolaborasi antara KORMI, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memaksimalkan manfaat penyelenggaraan Forprov.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam mendukung kebutuhan peserta dan pengunjung. Produk kuliner khas Jember, makanan dan minuman, hingga berbagai produk kerajinan dapat diperkenalkan kepada masyarakat dari luar daerah. Dengan demikian, Forprov tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana promosi potensi ekonomi dan produk unggulan Kabupaten Jember.
KORMI Kabupaten Jember bersama dinas terkait juga merencanakan penyiapan kantong-kantong UMKM terpadu di sekitar lokasi pertandingan atau venue. Penataan tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih mudah dijangkau bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk sekaligus meningkatkan peluang transaksi selama kegiatan berlangsung.
Selain sektor UMKM, meningkatnya aktivitas peserta dan pendamping berpotensi memberikan efek berganda bagi sektor perhotelan, rumah makan, penyedia jasa transportasi, serta usaha pendukung lainnya. Perputaran ekonomi tersebut diharapkan dapat melibatkan pelaku usaha dari berbagai skala, termasuk usaha kecil yang tumbuh di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam podcast “Dialog Sketsa Olahraga” RRI Jember, keterlibatan Ketua KORMI Jawa Timur, Ketua KORMI Kabupaten Jember, anggota KORMI, dan pengamat olahraga turut memperkaya pembahasan mengenai posisi olahraga masyarakat dalam pembangunan daerah. Olahraga tidak hanya berperan dalam mendorong kebugaran dan memperkuat interaksi sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengembangkan pariwisata, memperluas promosi daerah, serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Dari sisi prestasi, Tri Basuki menyampaikan optimisme terhadap peluang kontingen KORMI Jember dalam Forprov III Jatim 2026. Ia menargetkan Jember dapat meraih peringkat kedua dan, apabila memungkinkan, merebut predikat juara umum. Untuk mewujudkan target tersebut, seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) didorong untuk meningkatkan kesiapan melalui latihan yang terarah dan disiplin.
“Kami menargetkan minimal dapat meraih peringkat kedua, dan jika memungkinkan, merebut predikat juara umum. Untuk mencapai itu, seluruh Induk Organisasi Olahraga terus kita dorong berlatih keras. Tiada keberhasilan tanpa usaha keras, dan tiada emas tanpa latihan yang disiplin. Ketika prestasi kita raih, ekonomi warga Jember pun harus ikut terangkat naik,” tegasnya.
Target prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya KORMI Jember untuk memperkuat pembinaan olahraga masyarakat sekaligus membangun kebanggaan daerah. Namun, keberhasilan penyelenggaraan juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar suasana kompetisi dapat berjalan tertib, nyaman, dan memberikan kesan positif bagi para tamu yang datang ke Jember.
Melalui Forprov III Jatim 2026, Kabupaten Jember memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi olahraga masyarakat sekaligus memperkenalkan daya tarik daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah Jawa Timur. Momentum ini diharapkan mampu memperluas jaringan promosi produk lokal dan mendorong masyarakat untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan.
Dengan sinergi antara KORMI, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas olahraga, dan masyarakat, Forprov III Jatim diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga masyarakat, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong perputaran ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Jember. (ram)