DP3AKB Jember Turun Tangan: Dampingi Keluarga Rafa untuk Perlindungan dan Masa Depan yang Lebih Baik
- 22 Oktober 2025
- Dibaca 347 Kali
Bagikan Via:
DP3AKB Jember Turun Tangan: Dampingi Keluarga Rafa untuk Perlindungan dan Masa Depan yang Lebih Baik
JEMBER — Kasus viral tentang anak penjual kerupuk bernama Rafa terus menjadi perhatian berbagai lembaga pemerintah. Setelah sebelumnya ditangani oleh Kelurahan Patrang, Polres Jember, dan Dinas Sosial, kini giliran Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember yang ikut turun langsung memberikan pendampingan, kunjungan dilakukan pada Rabu siang (15/10/2025) di kediaman keluarga Rafa di wilayah Patrang. Tim dari DP3AKB yang terdiri dari Ibu Sindi dan Ibu Gea hadir bersama perwakilan Kelurahan Patrang, Binmas Polres Jember (diwakili oleh Aipda Mahar), serta Ibu RW setempat kehadiran mereka disambut langsung oleh pihak keluarga, termasuk kakak Rafa, Ardy, yang turut menjelaskan kondisi sebenarnya.
Dalam pertemuan itu, Ardy dengan jujur menyampaikan bahwa keluarganya saat ini memang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Sejak orang tuanya berpisah, beban keluarga banyak dipikul oleh ibunya dan dirinya. Ia pun menuturkan bahwa keterlibatan Rafa dalam membantu berjualan kerupuk bukan karena paksaan, melainkan bentuk usaha bersama untuk bertahan hidup. “Kalau kami mampu, tentu kami ingin Rafa cukup belajar di rumah. Tapi karena keadaan, kami harus saling bantu,” ujarnya dalam pertemuan itu.
Menanggapi hal tersebut, pihak DP3AKB Jember memberikan apresiasi atas keterbukaan keluarga Rafa. Ibu Sindi menjelaskan bahwa maksud kedatangan mereka bukan untuk menegur, melainkan untuk memberikan pendampingan dan pemahaman tentang batasan serta hak anak, menurutnya, anak-anak seperti Rafa tetap boleh membantu orang tua, asalkan tidak mengganggu waktu belajar, bermain, dan istirahatnya. “Kami hadir bukan untuk menyalahkan, tapi memastikan Rafa tetap tumbuh dengan baik. Dunia anak-anak adalah belajar dan bermain — jadi waktu istirahatnya jangan dikorbankan,” terang Ibu Sindi.
Pihak DP3AKB juga menegaskan bahwa anak-anak dengan kondisi seperti Rafa berada dalam perlindungan negara, dan lembaga mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada bentuk eksploitasi atau tekanan berlebih terhadap anak di bawah umur. Kunjungan ini merupakan langkah sosialisasi dan validasi lapangan agar keluarga memahami pentingnya keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan hak tumbuh kembang anak. Sementara itu, pihak Kelurahan Patrang bersama Binmas Polres Jember dan Ibu RW turut berperan sebagai fasilitator mediasi agar dialog berjalan aman dan terbuka. Sekretaris Kelurahan Patrang, Bapak Hariyono, menyampaikan bahwa semua pihak terus berkoordinasi untuk memastikan kasus ini tidak terulang kembali, “Kami bersama DP3AKB dan kepolisian akan terus memantau keluarga ini, bukan untuk mengawasi semata, tapi memastikan Rafa mendapat perhatian dan ruang tumbuh yang layak,” ujarnya.
Selain pendampingan sosial, beberapa program bantuan dari Dinas Sosial juga sudah disalurkan untuk keluarga Rafa. Ke depan, peluang bantuan tambahan seperti pelatihan keterampilan bagi sang kakak, Ardy, maupun bantuan pendidikan bagi Rafa masih terbuka, tergantung kesiapan dan keputusan keluarga. Diketahui, Ardy sendiri saat ini telah bekerja sebagai fotografer lepas di Jember dan berkomitmen untuk terus membantu keluarganya.
Kunjungan berakhir dengan suasana penuh kehangatan dan harapan baru. Semua pihak sepakat bahwa kasus Rafa menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial lintas lembaga — bahwa setiap anak di Jember berhak mendapat perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang yang cukup tanpa terbebani oleh tekanan hidup yang melampaui usianya.