logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

DPMD Jember Tekankan Program Desa Tak Sekadar Terserap, Harus Berdampak ke Warga

  • 07 September 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
dpmd-jember-tekankan-program-desa-tak-sekadar-terserap-harus-berdampak-ke-warga-20260909

DPMD Jember Tekankan Program Desa Tak Sekadar Terserap, Harus Berdampak ke Warga

JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 – Pelaksanaan program pembangunan desa tidak boleh berhenti pada tuntasnya administrasi maupun terserapnya anggaran. Lebih dari itu, setiap program harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Program dan Kegiatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tahun 2026 yang digelar di Aula DPMD Kabupaten Jember, Senin 07 September 2026.

Rakor tersebut dihadiri Kepala DPMD Jember bersama unsur Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD), serta jajaran internal DPMD. Forum ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan berbagai program pemberdayaan dan pembangunan desa.

Kepala DPMD Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak cukup hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Program jangan hanya selesai secara administrasi dan anggarannya terserap. Yang paling penting adalah bagaimana program itu memberikan dampak dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Djamil.

Menurutnya, sinergi antara DPMD, TAPM, dan Pendamping Desa menjadi kunci utama untuk memastikan program yang dilaksanakan pemerintah desa tetap berada pada jalur perencanaan dan kebutuhan warga.

Pendamping desa, lanjut Djamil, memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan dinamika pembangunan di tingkat tapak. Oleh karena itu, berbagai persoalan maupun potensi yang ditemukan di lapangan perlu segera dikomunikasikan agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

“Koordinasi harus terus berjalan. Kalau ada persoalan di desa, jangan dibiarkan berlarut-larut. Segera komunikasikan dan cari solusi bersama. Kita ingin pendamping menjadi mitra strategis desa dalam mendorong pembangunan,” ujarnya.

Rakor ini juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi antara DPMD dan tenaga pendamping. Dengan koordinasi yang solid, diharapkan tidak terjadi perbedaan pemahaman dalam menerjemahkan kebijakan maupun menjalankan program di lapangan.

Melalui rakor tersebut, DPMD Jember mempertegas komitmennya untuk mengawal program tahun 2026 agar semakin tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ach)

Galeri Foto