Kekeringan di Baban Timur Jember, 85 KK Andalkan Bantuan Air Bersih
- 27 September 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan di Baban Timur Jember, 85 KK Andalkan Bantuan Air Bersih
JEMBER, 27 September 2026 — Sebanyak 85 kepala keluarga (KK) di Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Warga harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mendapatkan air dari sungai terdekat karena sumur warga mengering.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut pada Sabtu, 26 September 2026. Distribusi ini merupakan penyaluran air bersih ke-20 untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Ali Maskur Bakri, mengatakan kesulitan air bersih telah dirasakan warga sejak Juli 2026. Kondisi tersebut diperparah karena wilayah RW 07 Dusun Baban Timur belum memiliki jaringan pipanisasi.
“Warga mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, sumur warga dengan kedalaman sekitar 15 meter kini sudah kering dan tidak lagi memiliki air,” kata Ali dalam laporan kegiatan BPBD Jember.
Akibat kondisi itu, warga harus mencari sumber air alternatif. Sungai terdekat menjadi salah satu pilihan, meski jaraknya sekitar 3 kilometer dari permukiman.
Berdasarkan hasil asesmen TRC dan permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Mulyorejo melalui surat Nomor 600/007/30.2006/2026, terdapat 85 KK yang terdampak. Rinciannya, 45 KK berada di RT 01/RW 07 dan 40 KK di RT 02/RW 07.
Untuk membantu warga, BPBD Jember menyiapkan lima titik tandon air. Dua tandon berada di RT 01/RW 07 dengan penerima masing-masing 25 KK dan 20 KK. Sementara tiga tandon di RT 02/RW 07 melayani masing-masing 15 KK, 15 KK, dan 10 KK.
Tim TRC berangkat menuju lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba pukul 17.00 WIB. Petugas kemudian mendistribusikan 5.000 liter air bersih ke sejumlah tandon yang telah tersedia.
Selain penyaluran air, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat terkait penggunaan air secara bijak selama musim kemarau serta melakukan dokumentasi kegiatan. Seluruh kegiatan selesai sekitar pukul 17.30 WIB dan tim kembali ke markas BPBD Jember.
Ali menyebut, hingga 26 September 2026, total bantuan air bersih yang telah disalurkan dalam penanganan kekeringan mencapai 100.000 liter.
Di lokasi tersebut, BPBD juga menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon lama berkapasitas 2.200 liter. Selain itu, BPBD Provinsi Jawa Timur turut menyalurkan 20 jeriken untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air warga.
BPBD Jember merekomendasikan distribusi air bersih dilanjutkan setiap empat hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter setiap penyaluran selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Untuk sementara, distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter,” ujar Ali.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Jember melibatkan Destana, RT/RW, dan warga setempat. Tidak terdapat kendala selama proses distribusi berlangsung.(tgh)