DPMPTSP Kabupaten Jember Dukung Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Penandatanganan Deklarasi
- 11 Juli 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
DPMPTSP Kabupaten Jember Dukung Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Penandatanganan Deklarasi
JEMBER, 10 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Deklarasi, Sosialisasi, dan Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang diselenggarakan di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (10/7).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Selain menjadi ajang deklarasi bersama, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya membangun budaya positif di lingkungan satuan pendidikan.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Mukharlis Junizal, S.Pd., M.Kes. Dalam pemaparannya, Mukharlis menjelaskan bahwa Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu yang mampu memberikan perlindungan menyeluruh kepada seluruh warga belajar selama proses pembelajaran berlangsung.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Sekolah yang aman dan nyaman bukan berarti sekolah tanpa masalah, tetapi sekolah yang mampu memastikan setiap warga belajar merasa didengar, dihargai, terlindungi, dan tidak menghadapi permasalahan sendirian. Karena itu, kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam membangun budaya sekolah yang positif," ujar Mukharlis, sejalan dengan materi sosialisasi yang disampaikan.
Dalam sesi sosialisasi, peserta juga diajak mendiskusikan strategi implementasi BSAN melalui penguatan tata kelola sekolah, peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, pembentukan sistem pelaporan yang aman dan rahasia, serta penguatan peran seluruh warga sekolah. Materi tersebut juga menekankan empat pilar utama BSAN, yaitu spiritual, perlindungan fisik, psikologi dan sosial, serta keamanan digital sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember diwakili langsung oleh Kepala Dinas, Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si. Kehadiran DPMPTSP menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui lingkungan pendidikan yang berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Isnaini Dwi Susanti turut menandatangani Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dan para pemangku kepentingan lainnya. Penandatanganan deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan satuan pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti, menyampaikan bahwa pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan investasi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak dini melalui pendidikan yang aman dan kondusif.
"Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. DPMPTSP mendukung penuh kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan budaya sekolah yang positif sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Jember yang berkelanjutan," ujar Isnaini.
Melalui deklarasi ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dapat diterapkan secara konsisten di seluruh satuan pendidikan. Sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang melindungi setiap peserta didik sekaligus mendukung terwujudnya generasi Jember yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.