DPRKPLH Jember Ajak 180 Siswa PAUD Terpadu Aisyiyah Jadi “Penyelamat Bumi”
- 30 September 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
DPRKPLH Jember Ajak 180 Siswa PAUD Terpadu Aisyiyah Jadi “Penyelamat Bumi”
JEMBER, 30 SEPTEMBER 2026 – Suasana berbeda terlihat di PAUD Terpadu Aisyiyah Jember pada Selasa, 29 September 2026 pagi. Sekitar 180 siswa mengikuti kegiatan bertema “Penyelamat Bumi” yang mengajak mereka mengenal cara sederhana menjaga lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan pendalaman materi tentang pemilahan sampah serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diselenggarakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember.
Materi disampaikan oleh Mentik Diyah Andayani, S.H., yang mengajak para siswa mengenal sampah melalui hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sampah yang selama ini kerap dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dibuang diperkenalkan sebagai sesuatu yang masih dapat dipilah, dikurangi, digunakan kembali, atau didaur ulang.
Dengan bahasa sederhana yang sesuai dengan dunia anak-anak, Mentik menjelaskan prinsip 3R sebagai kebiasaan kecil yang dapat diterapkan setiap hari. Di antaranya membawa tempat minum sendiri, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta membuang sampah sesuai dengan jenisnya.
Dalam penyampaiannya, Mentik juga menekankan bahwa pengelolaan sampah bukan semata-mata menjadi tugas petugas kebersihan. Setiap orang memiliki peran dalam menjaga lingkungan, termasuk anak-anak.
Menurutnya, pengenalan jenis sampah dan kebiasaan memilah sejak dini dapat membantu anak memahami pentingnya pengelolaan sampah. Sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya dapat mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan kembali.
Antusiasme para siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Materi yang dikemas dengan pendekatan sederhana dan dekat dengan aktivitas sehari-hari membuat pesan tentang kepedulian lingkungan lebih mudah dipahami dan diingat.
Bagi DPRKPLH Kabupaten Jember, edukasi lingkungan di sekolah merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan baik sejak dini. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
“Anak-anak adalah bagian penting dalam menjaga lingkungan. Kalau sejak dini mereka sudah terbiasa memilah dan mengurangi sampah, kebiasaan baik itu bisa terus terbawa sampai mereka dewasa. Harapannya, apa yang dipelajari hari ini bisa dipraktikkan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitar,” ujar Mentik Diyah Andayani.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya DPRKPLH Kabupaten Jember untuk memperluas edukasi tentang pengelolaan sampah melalui pendekatan yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak.
Dari lingkungan sekolah, kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Sebab, menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dari satu anak yang belajar memilah sampah, satu kebiasaan baik dapat tumbuh dan menular kepada banyak orang. (slt)