DPRKPLH Jember Tinjau Lahan Kritis dan Daerah Rawan Bencana di Desa Curahtakir, Dorong Penghijauan untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan
- 08 Juli 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
DPRKPLH Jember Tinjau Lahan Kritis dan Daerah Rawan Bencana di Desa Curahtakir, Dorong Penghijauan untuk Menjaga Kelestarian Lingkungan
JEMBER, 8 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat mitigasi bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember melalui Bidang Tata Lingkungan melaksanakan kegiatan peninjauan lokasi lahan kritis serta daerah yang berpotensi mengalami bencana banjir dan longsor di Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo pada pagi ini dengan didampingi oleh Kepala Desa Curahtakir.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan secara langsung sekaligus mengidentifikasi langkah-langkah konservasi yang perlu dilakukan guna meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, tim menemukan bahwa dalam beberapa tahun terakhir wilayah Desa Curahtakir tidak mengalami kejadian banjir maupun longsor yang tergolong parah. Tercatat hanya satu kejadian banjir pada tahun lalu yang diduga dipicu oleh pendangkalan aliran sungai sehingga menghambat kelancaran arus air.
Meski demikian, tim menilai kawasan tersebut tetap memerlukan upaya penghijauan, khususnya pada lahan milik Perhutani yang saat ini dikelola oleh masyarakat. Penanaman vegetasi dinilai penting sebagai langkah antisipasi ketika tanaman produksi Perhutani, seperti pohon jati, memasuki masa panen sehingga tutupan lahan tetap terjaga dan fungsi resapan air tidak berkurang.
Selain melakukan identifikasi terhadap kondisi lahan, tim juga menemukan keberadaan sumber mata air alami yang hingga saat ini tidak pernah mengalami kekeringan, bahkan saat musim kemarau. Sumber mata air tersebut menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat karena dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengairi lahan pertanian di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DPRKPLH Kabupaten Jember, Erwin Hermawan S.T., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memetakan kondisi lingkungan sekaligus menyusun langkah konservasi yang tepat sasaran.
"Hasil peninjauan menunjukkan kondisi wilayah relatif aman dari bencana besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kami melihat perlunya penguatan tutupan vegetasi melalui penghijauan agar fungsi ekologis kawasan tetap terjaga, terutama pada lahan Perhutani yang nantinya akan mengalami panen tanaman produksi," ujarnya.
Bonari Untung selaku Kepala Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRKPLH Kabupaten Jember terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya. Menurutnya, keberadaan sumber mata air yang masih alami merupakan aset penting yang harus dijaga bersama.
"Kami bersyukur karena sumber mata air di Desa Curahtakir hingga saat ini tetap mengalir meskipun memasuki musim kemarau. Mata air ini menjadi penopang kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mengairi lahan pertanian. Kami berharap adanya program penghijauan di lahan Perhutani dapat semakin menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi potensi bencana di masa mendatang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Jupriono S.T. menegaskan bahwa menjaga keseimbangan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, Perhutani, dan masyarakat.
"Mitigasi bencana tidak hanya dilakukan setelah terjadi bencana, tetapi dimulai dari menjaga kondisi lingkungan. Penghijauan, perlindungan sumber mata air, serta pengelolaan lahan yang baik merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam," imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, DPRKPLH Kabupaten Jember berharap upaya konservasi di Desa Curahtakir dapat terus diperkuat sehingga kawasan tetap lestari, sumber mata air tetap terjaga, serta potensi terjadinya banjir maupun longsor dapat diminimalkan di masa mendatang. (fag)