Ratusan Keluarga di Sumberjeruk Terdampak Kekeringan, BPBD Rekomendasikan Distribusi Air Bersih
- 08 Juli 2026
- Dibaca 26 Kali
Bagikan Via:
Ratusan Keluarga di Sumberjeruk Terdampak Kekeringan, BPBD Rekomendasikan Distribusi Air Bersih
JEMBER, 08 JULI 2026 - Sedikitnya 325 kepala keluarga (KK) di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, terdampak bencana kekeringan akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember pada Selasa, 07 JUli 2026, wilayah terdampak berada di dua dusun, yakni Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk.
Di Dusun Kidul, kekeringan berdampak pada sekitar 60 KK di RT 1 RW 8 dari total 145 KK, serta sekitar 15 KK di RT 1 RW 6 dari total 25 KK. Sementara itu, di Dusun Karangpring, sebanyak sekitar 210 KK di RT 2 RW 1 dari total 220 KK terdampak, ditambah sekitar 40 KK di RT 1 RW 1 dari total 80 KK. Secara keseluruhan, sebanyak kurang lebih 325 kepala keluarga mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.
Kegiatan asesmen dilakukan oleh TRC BPBD Kabupaten Jember mulai pukul 15.00 WIB. Tim melakukan koordinasi dengan perangkat desa, pendataan dampak, dokumentasi lapangan, serta pengecekan kondisi sumur milik warga sebelum kembali ke Markas Komando BPBD pada pukul 17.00 WIB.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa sumber air alami yang berada di sekitar area persawahan dengan jarak sekitar 500 meter dari permukiman warga mengalami penurunan debit akibat minimnya curah hujan. Selain itu, sebagian besar sumur milik warga yang selama ini menjadi sumber utama air bersih juga mengalami penyusutan debit dan kualitas air berubah menjadi keruh, sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Pelaksanaan asesmen tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026. Selain itu, Pemerintah Desa Sumberjeruk juga telah mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui surat resmi kepada BPBD Kabupaten Jember.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter ke lokasi terdampak. Untuk Dusun Kidul, diperlukan tambahan dua unit tandon berkapasitas 1.200 liter beserta dua pangkon sebagai penyangga. Sementara di Dusun Karangpring telah tersedia dua unit tandon berkapasitas sama beserta dua pangkon milik BPBD yang siap dimanfaatkan dalam proses distribusi air bersih.
Selama pelaksanaan asesmen di lapangan, tidak ditemukan kendala berarti. Kegiatan berjalan lancar dengan melibatkan unsur BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat yang turut memberikan informasi mengenai kondisi di wilayahnya.
Salah satu anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Zaunudin, mengatakan bahwa hasil asesmen menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat harus segera dipenuhi agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
"Sejak memasuki musim kemarau sekitar satu bulan terakhir, debit air pada sumber alami maupun sumur warga terus menurun sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, kami merekomendasikan agar distribusi air bersih segera dilaksanakan sesuai kebutuhan warga di dua dusun terdampak. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat hingga kondisi sumber air kembali normal," ujar Zaunudin. (bob)